INTRODUCE
My name HARIANTO from East Java, Madiun city and Demangan Villages

Kamis, 26 Februari 2009

Bahaya Impersonation

Jangan terlalu lengkap memasang profil diri dan foto di Facebook! Jangan terlalu gampang berteman di Facebook! Waduh, seruan tersebut tentunya tidak terlalu populer, atau cenderung diabaikan, bagi para Facebooker sejati. Ya memang, karena dengan bergesernya konsep dan ide sebuah pertemanan, maka tak apalah pada kenyataannya kita hanya punya segelintir teman di dunia nyata sepanjang punya berjibun (ratusan, ribuan) teman di situs jejaring sosial.

Seolah-olah dengan demikian keeksisan Anda adalah seberapa banyak teman yang dimiliki. Padahal dengan semakin banyak teman, yang kadang hanya teman sekedar kenal atau bahkan tak ingat lagi siapa dia atau bertemu dimana, maka semakin rentan terekspos data diri kita ke pihak-pihak di luar kontrol kita.

Walhasil, dengan demikian Anda akan semakin mudah menjadi korban 'impersonation'.

Kasus

Tulisan ini sengaja saya buat dan saya titipkan ke detikINET, karena ada satu kasus yang langsung menimpa salah satu mahasiswi saya di sebuah perguruan tinggi swasta tempat saya mengajar. Si mahasiswi tersebut belum lama berselang mengadukan kisahnya kepada saya bahwa hampir tiap saat dirinya melalui ponsel dihubungi orang yang tidak dikenal, bahkan di tengah malam sekalipun.

Setelah saya gali informasi lebih lanjut, ternyata saya temukan bahwa data dirinya di Facebook, entah oleh siapa, di-copy dan dijadikan sebuah blog di Blogspot.com. Blog tersebut seolah-olah dikelola langsung oleh si mahasiswi tersebut. Inilah yang disebut dengan kasus 'impersonation'

Bahkan si pelaku (impersonator), memindahkan sebagian foto-foto si mahasiswi tadi dari Facebook ke sebuah situs penyimpanan foto gratisan, imageshack.us. Isi blog tersebut, cenderung berupa pencemaran nama baik dan melecehkan martabatnyat sebagai wanita.

Celakanya lagi, di blog tersebut dicantumkan pula nomor ponsel yang sehari-hari digunakan oleh mahasiswi tersebut. Maka, hampir tiap saat dia harus menjelaskan bahwa dirinya bukanlah seperti apa yang tertulis di blog pada setiap penelpon yang masuk.

Penyelesaian

Kasus ini agak rumit, karena tempat si impersonator meletakkan data-data dan foto-fotonya berada di luar ranah Indonesia. Tetapi upaya tetap harus dilakukan. Di blogspot.com atau blogger.com, ada fasilitas untuk melakukan 'flag blog', dengan pilihan 'impersonation'. Kita harus meng-attached hasil scan KTP atau SIM yang dapat membuktikan bahwa kita adalah korban dari pelaku impersonation.

Setelah kita men-submit, maka kita tinggal menunggu keputusan dari pengelola layanan blog tersebut untuk mencabut atau menghapus alamat blog yang menjadi keberatan kita.

Pun setali tiga uang dengan foto-foto yang terlanjur tersimpan di imageshack. Ada fitur untuk melaporkan dan meminta penghapusan foto-foto yang kita anggap materi berhak cipta, mengandung unsur pornografi ataupun kekerasan. Asumsinya, foto yang diambil dari akun Facebook kita tanpa seijin kita, adalah foto yang melanggar hak cipta.

Pencegahan

Agar kasus tersebut tidak terulang kepada siapapun, maka ada baiknya langkah-langkah pencegahan berikut ini bisa dijalankan ketika di dunia Facebook:

Jangan terlalu lengkap memasang profil atau data diri di Facebook. Tentunya semakin lengkap profil/data diri terpasang, semakin mudah mendapatkan teman. Tetapi di sisi lain, semakin beresiko pula data diri kita disalah-gunakan (abused)

Jangan memasang foto-foto diri Anda yang sekiranya Anda sendiri tidak akan merasa nyaman apabila foto tersebut tersebarluaskan secara bebas. Ingatlah, walau foto tersebut "hanya" diposting di akun Facebook Anda, sebenarnya itu sama saja dengan menyebarlukaskan foto tersebut ke publik. Sekali terposting dan tersebar, maka sangat sulit (dan nyaris mustahil) Anda bisa mencabut foto Anda dari Internet. Maka, selektiflah dalam berpose dan memposting foto Anda.

Jangan sembarangan 'add friend' atau melakukan approval atas permintaan seseorang untuk menjadi teman Anda. Cara memilah dan memilihnya mudah, yaitu lihat saja berapa jumlah "mutual friends" antara Anda dengan seseorang tersebut. Semakin sedikit "mutual friends"-nya, berarti semakin sedikit teman-teman Anda yang kenal dengan dirinya, yang berarti semakin beresiko tinggi. Pastikan Anda hanya menerima "pertemanan" yang "mutual friends"-nya cukup banyak.

Jangan sembarangan menerima tag photo. Bolehlah kita "banci tagging", tetapi berupayalah lebih selektif. Artinya, sekali Anda terjun ke Facebook, rajin-rajinlah memeriksa "keadaan sekeliling". Karena kita kadang menemukan foto diri kita yang di-upload dan di-tag oleh orang lain, padahal kita tidak suka foto tersebut disebarluaskan. Segera saja kita "untag" diri kita dari foto tersebut dan kalau perlu minta teman kita yang melakukan upload foto tersebut untuk mencabutnya.

Jangan tunda-tunda, ketika Anda menemukan data atau profil Anda digunakan oleh pihak lain untuk hal-hal di luar kontrol Anda, segeralah bertindak. Membiarkannya, justru akan membuatnya makin berlarut dan berdampak destruktif, setidaknya untuk kenyamanan diri sendiri. Laporkan langsung ke pengelola layanan tempat kejadian 'impersonation', untuk segera mencabut informasi aspal (asli tapi palsu) tersebut. Atau, mintalah bantuan pada orang atau pihak yang sekiranya bisa atau paham bagaimana mengatasi hal di atas.

*) Penulis, Donny B.U., adalah penggiat kampanye "Be Wise While Online" dalam program Internet Sehat - ICT Watch.

Selasa, 17 Februari 2009

Wisudawan Tertua


Rabu (22/09
).Pada wisuda 11 September 2004 ada yang istimewa, karena salah seorang wisudawan berusia paling tua diantara para wisudawan lainnya, telah berhasil menggondol gelar Master Humaniora di bidang Sastra Sejarah. Dia adalah Himawan Soetanto (72). Rektor UI dalam pidatonya secara khusus memberikan apresiasi kepada wisudawan tertua ini. Tidak semua para wisudawan mengetahui siapa sosok Himawan Soetanto, bahkan Rektor UI pun baru tahu hanya beberapa saat sebelum upacara wisuda dimulai. Memang pembawaannya yang sederhana dan pada saat bicara pun tidak menonjolkan dirinya, membuat lawan bicaranya bisa terkecoh.

Himawan Soetanto adalah alumni pertama Akademi Militer Nasional Yogyakarta, seangkatan dengan (alm) Soesilo Soedarman. Karir kemiliterannya dimulai tahun 1948, terjun dan aktif dalam berbagai peristiwa penting ketika Negara Kesatuan Republik Indonesia berusaha melepaskan “rongrongan dari dalam dan dari luar. Terakhir menjabat sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) ABRI, sebelum akhirnya mengemban tugas sebagai Duta Besar RI di Malaysia. Di bidang keorganisasian, Himawan sempat menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Pramuka.

Menurut penuturannya, kegiatan akademik dimulai justru setelah tidak aktif lagi di bidang kemiliterannya. Menyelesaikan studi S1 dari Lembaga Administrasi Negara (LAN). Mengikuti kata hatinya, dia ikut seleksi masuk program Sastra Sejarah.Menurut para dosen Sejarah di FIB, yang pantas menjadi cucunya, Himawan patut menjadi contoh bagi generasi muda. Di tengah suasana para pejabat dan mantan pejabat berlomba-lomba “membeli gelar, justru Himawan bersusah payah rajin mengikuti kuliah setiap hari, dan menulis sendiri tesisnya yang berjudul “Rebut Kembali Madiun".

Ketika ditanya apa motivasinya kuliah di Satra Sejarah, dengan nada perlahan dia mengatakan “ingin mewariskan sesuatu kepada generasi muda".
Tesis yang ditulis Himawan berusaha menunjukkan suatu proses yang paling kritis yang dihadapi RI, ketika Kedaulatan Negara RI menuju jurang kehancuran, dimana Belanda memaksa pemerintahan RI pindah ke Yogyakarta, secara mengejutkan Muso “menusuk" dari dalam dengan mendirikan Negara Komunis di Madiun. Menurut para pembimbingnya, nilai lebih dari tesis Himawan, banyak data-data baru tentang peristiwa pemberontakan PKI Madiun, yang selama ini tidak banyak diketahui orang. Tidak heran, karena Himawan sendiri terlibat aktif menumpas Muso dan kawan-kawannya. by. www.ui.ac.id

Penyerbuan Militer ke Kampus ITB 1978


JAKARTA – PAGI hari 13 Februari 1978, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Iskandar Alisyahbana mendatangi rumah Panglima Kodam Siliwangi di Jl. Wastukencana, Bandung. Ia ingin menuntut penjelasan sekaligus tanggung jawab atas perbuatan pengecut yang diyakininya dilakukan tentara.

Rumahnya, semalam, diberondong tembakan senapan mesin membabi buta. Sejumlah peluru menerabas sampai ke kamar tidur anaknya. ”Hoe kunnen jullie zo laf zijn (mengapa kalian bisa begitu pengecut?)”, katanya begitu bertemu Panglima, Mayjen TNI Himawan Soetanto.

Panglima Siliwangi menyatakan sama sekali tidak tahu dan tidak mengerti motif penembakan tersebut. Kepada Alisyahbana, ia menegaskan, ”Keuntungan apa yang saya dapat? Sebaliknya perbuatan itu malah merugikan dan mencoreng kehormatan saya dan Siliwangi”.

Peristiwa penembakan rumah Rektor ITB di Jl. Sulanjana, Bandung adalah bagian dari tindakan kalap penguasa yang sudah tidak bisa lagi mentolerir gerakan ”inkonstitusional yang merongrong kewibawaan kepemimpinan nasional, yang menjurus penggagalan SU MPR 1978, mengancam kelangsungan pembangunan nasional, kestabilan dan keutuhan bangsa”.

Gerakan mahasiswa sudah bersemi sejak pertengahan 1977, yang diwujudkan dalam demonstrasi, arak-arakan, diskusi, DPR Jalanan, penyebaran pamflet, serta pemasangan poster dan spanduk. Hampir seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta bangkit bersuara. Tapi pusat kegiatannya adalah di Bandung, tepatnya di ITB.
Di kampus ITB, 24–27 Oktober 1977, diselenggarakan pertemuan 68 senat dan dewan mahasiswa se-Indonesia. Mereka mencetuskan Ikrar Mahasiswa Indonesia yang isinya mendesak MPR menggelar sidang istimewa untuk meminta pertanggungjawaban Presiden RI tentang penyelewengan-penyelewengan dalam pelaksanaan UUD 1945 dan Pancasila.

Operasi Kilat

Memasuki Januari 1978, gerakan mahasiswa makin bergelora. Pada 14 Januari, ITB menerbitkan Buku Putih, dan 16 Januari menggelar apel kesiapsiagaan yang diikuti sekitar 3.000 mahasiswa dan dihadiri oleh rektor. Di sini dibacakan sikap mahasiswa ITB yang ”tidak mempercayai dan tidak menginginkan Soeharto kembali sebagai Presiden RI”.
Sehari setelah apel ITB, Kopkamtib (Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban) bertekad menghentikan gerakan mahasiswa dan merancang operasi gerak cepat dan bersifat ”shock treatment”. Pernyataan mahasiswa ITB juga dianggap menantang pernyataan ABRI (ditandatangani Menhankam/Pangab, Wapangab, para kepala staf angkatan dan Kapolri) tepat sebulan sebelumnya yang ”akan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang akan merongrong kewibawaan kepemimpinan nasional”.

Operasi gerak cepat ini dilancarkan 18 Januari dan dinamai ”Operasi Kilat”. Pokok-pokoknya adalah: menangkap semua pimpinan dewan dan senat mahasiswa yang menandatangani ”Ikrar Mahasiswa 28 Oktober 1977”, ”black out” kampus dari media massa dan memberangus untuk sementara koran-koran yang ”mengipasi” (antara lain Sinar Harapan, Kompas, Merdeka).

Kemudian, masuk ke kampus-kampus untuk menindak rapat-rapat dan poster-poster. Menindak tegas Pati ABRI yang memberi angin. Membantu rektor untuk berani menjatuhkan sanksi akademis terhadap mereka yang terlibat gerakan.

Fokus operasi adalah Bandung, khususnya ITB. Ke sana dikerahkan pasukan berkekuatan 2.000 personel, terbagi dalam 12 satuan setingkat kompi. Pada 20 Januari mulai dilakukan penangkapan-penangkapan dan dini hari 1 Februari, tentara masuk menertibkan kampus-kampus.

Operasi Kilat di Jawa Barat menangkap 98 aktivis mahasiswa dari ITB, Unpad, Unpar, IPB, Unisba, IKIP Bandung, dll. Namun kendati pimpinan mahasiswa sudah ditangkap atau buronan (Rizal Ramli dan Al Hilal Hamdi baru ketangkap tiga bulan kemudian), kegiatan perlawanan di Kampus ITB (aksi mogok kuliah dan agitasi radio) terus berlangsung.
Kampus itu malah dijadikan tempat konsentrasi, bukan saja oleh mahasiswa ITB, tapi juga mahasiswa perguruan tinggi lain. Maka pada Kamis, 9 Februari, khusus pada ITB dilancarkan penyerbuan, kali ini dengan cara bengis yang menyebabkan delapan mahasiswa dan pelajar luka-luka. Kampus ITB diduduki tentara.

Setelah pendudukan militer itu, Rektor ITB Iskandar Alisyahbana masih membentuk Dewan Pemulihan yang diketuainya sendiri, padahal Jakarta menghendaki dia diganti, serta Menteri P dan K telah mengirim Dirjen Perguruan Tinggi Prof. Dody Tisnaamijaya, untuk menormalkan ITB. Lagipula, Alisyahbana harus dicegah kehadirannya pada rapat kerja rektor se-Indonesia yang akan dibuka presiden 14 Februari.

Pak Harto jangan sampai bertatap muka dengan sang rektor yang telah membiarkan mahasiswa dan kampusnya menyinggung kehormatannya sebagai kepala negara. Rumah sang rektor diberondong tembakan, itulah salah satu isyarat keras dia harus mundur. Tanggal 16 Februari, Alisyahbana menyerahkan jabatannya kepada rektorium ITB yang diketuai Prof. Soedjana Sapi’ie.

”Strategy of Indirect Approach”

Panglima Siliwangi Mayjen Himawan Soetanto mengatakan bahwa pasukan yang menyerbu ITB 9 Februari itu bukanlah kesatuan organik Kodam Siliwangi. Dan ketika penyerbuan brutal itu terjadi, ia sedang berada di Cirebon. Penembakan rumah rektor—berdasarkan pengakuan—juga oleh oknum dari luar Siliwangi.

Sejak semula Himawan merasa tidak perlu melakukan tindakan militer terhadap gerakan mahasiswa. Dalam pengarahannya kepada jajaran Kodam Siliwangi dan ABRI se-Garnisun Bandung-Cimahi dan juga di depan rapat pimpinan Golkar Jawa Barat serta Angkatan Muda Siliwangi, Panglima menggariskan strategi pendekatan tidak langsung.

Ia adalah penganut ajaran Liddle Hart, strategy of indirect approach. Dalam briefing semenjak Oktober 1977 sampai Januari 1978, berulangkali ia menguraikan siasat tersebut, yakni ”pengikatan” gerakan mahasiswa dalam lingkungannya sendiri agar tidak link-up dengan masyarakat luas.
Pendekatan ke tokoh masyarakat, partai politik, alim-ulama untuk membentuk basis massa yang kebal dari pengaruh agitasi mahasiswa (dan kelompok pressure group lainnya). Terhadap mahasiswa sendiri diadakan pendekatan dan dicegah turun ke jalan.

Kekerasan militer haruslah benar-benar sebagai last resort, karena dikhawatirkan akan merusak kepercayaan pada Siliwangi sebagai tentara rakyatnya Jawa Barat. Dan memulihkannya tidak cukup satu-dua generasi. Tapi sikap Himawan Soetanto itu oleh Jakarta dianggap sebagai keraguan, bahkan insubordinasi.

Maka bertepatan dengan pelaksanaan Operasi Kilat, Kopkamtib menurunkan Panglima Kowilhan II Jawa Letjen Wijoyo Suyono ke Bandung. Namun, Laksus Kopkamtib Wilayah Jawa-Nusa Tenggara itu memilih bermarkas di Batujajar. Belakangan, ia mengatakan menjalankan perintah atasan, tapi percaya Himawan Soetanto tahu apa yang sebaiknya ia perbuat.

Rabu pagi, 20 Februari 2008, para eksponen gerakan mahasiswa ITB 1977-1978 akan memperingati peristiwa 30 tahun lalu itu dengan diskusi dan pameran foto di Gedung Usmar Ismail, Jl. Rasuna Said. Para eks tawanan Operasi Kilat tersebut antara lain Rizal Ramli, Al Hilal Hamdi, Heri Akhmadi, Moh. Iqbal, Indro Tjahyono. n (by.
Daud Sinjal)

Senin, 16 Februari 2009

Yogyakarta 19 Desember 1948 - Jenderal Spoor Vs Jenderal Sudirman

Niederwerfungs strategie atau strategy of annihilation, strategi penghancuran, dengan melumpuhkan Yogyakarta sebagai sentra gravita Republik Indonesia adalah pendekatan yang diyakini ampuh oleh Belanda untuk melenyapkan RI. Pendekatan yang merupakan ajaran Carl von Clausewitz itu diterapkan Belanda saat melancarkan agresi militer pertama pada 21 Juli 1947. Saat itu TNI bertahan dengan taktik linier konvensional dengan mengonsentrasikan kekuatannya di titik-titik tertentu. Adu strategi dalam pertempuran statis itu dimenangkan Belanda, yang mengerahkan kekuatan persenjataan yang unggul di darat, laut, dan udara. Namun, karena alasan-alasan tertentu, agresi yang oleh Belanda disebut aksi polisional itu tidak diteruskan ke ibu kota RI, Yogyakarta.

Kerugian signifikan diderita RI dalam agresi militer pertama Belanda. Wilayah Republik menjadi semakin sempit karena sebagian besar daerahnya dicaplok Belanda. Selain itu, ditetapkan garis demarkasi baru (garis van Mook) yang memaksa Divisi Siliwangi hijrah ke daerah RI yang masih tersisa, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hal itu diatur dalam Perjanjian Renville yang banyak menimbulkan ketidakpuasan di pihak RI. Kelak, sebagian besar kalangan itu menyeberang ke PKI dan menusuk RI dari belakang, mengobarkan pemberontakan di Madiun pada 18 September 1948.

Sementara itu, melihat berbagai perkembangan terakhir, Belanda akhirnya memutuskan melancarkan agresi militer kedua secara mendadak. Belanda hantam kromo, membatalkan perjanjian gencatan senjata secara sepihak dan berusaha tidak memberitahukan itu pada RI maupun KTN. Strateginya dalam aksi yang diberi nama sandi Operasi Kraai ini masih sama seperti pada agresi pertama dan mengandalkan unsur pendadakan. Sebaliknya, setelah mempelajari kesalahan strategi dari kekalahan agresi pertama, RI menjawabnya dengan ermattungs strategie atau strategy of attrition, strategi penjemuan, yang dituangkan dalam Perintah Siasat Nomor Satu Panglima Besar 1948.

Dilengkapi dengan salinan dokumen-dokumen, peta, dan foto yang relevan, ini adalah buku komprehensif tentang perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya. Di samping itu, dapat dilihat keunggulan militer RI dalam menghadapi Belanda yang lebih kuat dan lengkap persenjataannya. Karena itu, buku ini sangat pantas dibaca kalangan militer, sejarawan, mahasiswa, pemerhati militer dan sejarah, dan anak bangsa yang ingin lebih mengetahui salah satu babakan penting perjalanan bangsanya.
Penulis :
Himawan Soetanto

Sejarah Kostrad

Sejarah perjuangan Komando Strategis Cadangan TNI Angkatan Darat (Kostrad) adalah bagian dari sejarah pengabdian TNI Angkatan Darat/ABRI dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan serta memelihara keutuhan wilayah nasional dan tetap tegaknya Negara Kesatuan RI (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Dimulai ketika pimpinan TNI Angkatan Darat menganggap perlu membentuk satuan militer yang bersifat mobil dan berkemampuan operasi lintas udara siap tempur dengan jangkauan ke seluruh penjuru tanah air. Dari gagasan inilah dibentuk kelompok kerja untuk membahas pembentukan kekuatan yang mobil, dipimpin oleh Deputi I Kasad, Brigjen TNI Soeharto.


Pada tanggal 6 Maret 1961, berdasarkan Surat Men/Pangad Nomor MK.KPTS.54/3/1961 tanggal 6 Maret 1961, disahkan Korps Ke-1 Caduad dengan singkatan Korra I/Caduad yang berkekuatan satu divisi infanteri dan satu pasukan inti brigade para, serta sejumlah besar satuan-satuan banpur (bantuan tempur) maupun nanmin (bantuan administrasi).

Dalam rangka reorganisasi Angkatan Darat maka pokok-pokok organisasi dan tugas Kostrad disahkan dengan Keputusan Kasad Nomor Kep/9/3/1985 tanggal 6 Maret 1985, yang susunan organisasi dan dislokasi satuan sebagai berikut:

Markas Kostrad berkedudukan di Jakarta. Divisi Infanteri I berkedudukan di Cilodong, Bogor, Jawa Barat, dan Divisi Infanteri II berkedudukan di Malang, Jawa Timur.

Sebagai konsekuensi dari pelaksanaan reorgnisasi ada satuan yang dilikuidasi dan ada dilimpahkan keluar/dalam Kostrad antara lain Grup 3 Kopassus menjadi Brigif Linud 3 Kostrad yang berkedudukan di Kariango, Ujungpandang.

Riwayat Penugasan dalam negeri selama di bawah kepemimpinan Pangkostrad Mayjen TNI Soeharto, antara lain bertugas dalam operasi Trikora, dalam rangka pembebasan Irian Barat tahun 1962-1963.


Satuan yang dilibatkan, kekuatan inti satu divisi infanteri dipimpin oleh Soeharto sebagai Pangkorra I/Caduad merangkap sebagai Panglima Komando Mandala. Operasi Dwikora dalam rangka konfrontasi dengan Malaysia, tahun 1964-1966. Satuan Kostrad yang terlibat adalah Kopur II dan Kopur IV, tergabung dalam Komando Mandala Siaga (Kolaga) dan Soeharto menjadi Panglima Kolaga.

Selanjutnya penumpasan G.30 S/PKI tahun 1965, satuan Kostrad yang terlibat adalah sebagian besar kesatuan Kostrad yang berada di Pulau Jawa. Operasi ini dipimpin langsung oleh Mayjen TNI Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Panglima Kostrad. Kostrad dalam operasi dalam negeri sudah terukir dalam sejarah yang menegakkan keutuhan NKRI.


Pangkostrad Pertama Mayjen Soeharto telah menggariskan strategi untuk menggagalkan kudeta yang dilakukan oleh Gerakan 30 September/PKI. Penumpasan G. 30 S/PKI tahun 1965 merupakan salah satu pengabdian Kostrad yang operasinya langsung dipimpin oleh Mayjen TNI Soeharto selaku Pangkostrad dan merupakan tonggak sejarah Orde Baru.

Begitu pula Opersi Seroja Timor Timur sejak tahun 1975. Satuan Kostrad yang dilibatkan meliputi semua Satuan Jajaran Kostrad baik satuan tempur, satuan bantuan tempur maupun satuan bantuan administrasi. Selanjutnya penumpasan GPK di Aceh, satuan Kostrad yang dilibatkan khususnya personel-personel yang tergabung dalam satuan tugas khusus seperti operasi Bintal taktis tahun 1991. Sedang penumpasan GPK Irian Jaya tahun 1986. Kostrad yang dilibatkan adalah semua Satuan Tempur Kostrad yang dikirim secara periodik.

Luar Negeri

Sesuai dengan cita-cita luhur bangsa Indonesia yang tertuang dalam Mukaddimah UUD 1945, yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia dan memelihara perdamaian abadi, maka untuk tugas-tugas yang dilaksanakan yang bersifat perdamaian internasional Kostrad senantiasa berpartisipasi aktif sebagai bagian dari pasukan PBB. Satuan Kostrad yang dilibatkan adalah penugasan Kontingen Perdamaian di Vietnam, tergabung dalam International Commitions of Controll and Supervition/ICCS. Kontingen Garuda IV di Saigon, Vietnam Selatan tahun 1973 dipimpin Pangkopur Linud Kostrad Brigjen TNI Wiyogo Atmodarminto selaku Deputi Militer.


Kontingen Garuda V di Vietnam Selatan tahun 1973-1974 dipimpin Brigjen TNI Harsojo. Kontingen Garuda VII di Vietnam Selatan tahun 1974 dipimpin Brigjen TNI Sukeni, kemudian digantikan oleh Brigjen TNI Bambang Sumantri. Penugasan Kontingen Perdamaian di Timur Tengah sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian (UNEF). Kontingen yang disiapkan adalah Kontingen Garuda VI di sepanjang terusan Suez tahun 1973-1974, dipimpin oleh Kol Inf Rudini.

Kontingen Garuda VIII di sepanjang terusan Suez tahun 1975-1976 dipimpin oleh Kol Art Sudirman Saleh, dilanjutkan oleh Kol Inf Gunawan Wibisono. Kontingen Garuda IX yang tergabung dalam UNMOG sebagai misi perdamaian Irak-Iran tahun 1989-1991, personel Kostrad yang diberangkatkan adalah Letkol Inf Fachrul Razi, Mayor Inf Rachmat Saptaji, Kapten Kav Sumarto, dan Kapten Sahari Siregar. Kontingen ke Kamboja tergabung dalam United Nation Transition Authority in Cambodia (UNTAC), yang bertugas sebagai misi perdamaian dalam mengawasi pembentukan negara Kamboja yang merdeka dan diakui dunia internasional. Satuan Kostrad yang terlibat adalah Kontingen Garuda XII-A tahun 1991, dengan inti pasukan Yonif Linud 503 dipimpin oleh Letkol Inf Erwin Sudjono. Kontingen Garuda XII-B tahun 1992 dengan inti pasukan Yonif Linud 305, dipimpin oleh Letkol Inf Ryamizard Ryacudu. Kontingen Garuda XII-C tahun 1993 dipimpin oleh Letkol Inf Darmawi Chaidir. Kontingen Garuda XII-D tahun 1993 dengan inti pasukan Yonif 303 dipimpin oleh Letkol Inf Saptaji. Penugasan Kontingen Garuda ke Bosnia sebagai bagian Pasukan Penjaga Perdamaian PBB yang tergabung dalam UNPROFOR (United Nation Protection Force) dengan tugas menyelenggarakan dukungan kesehatan tingkat II bagi Pasukan UNPROFOR, melakukan bantuan kesehatan dan melaksanakan evakuasi medis.

Satuan Kostrad yang terlibat adalah Kontingen Garuda XIV-A tahun 1994, yang berintikan Batalyon Kesehatan Divif-I, dipimpin oleh Letkol Ckm dr Heriadi M.Sc. Kontingen Garuda XIV-B tahun 1995 berintikan Batalyon Kesehatan Divif-I dipimpin oleh Letkol Ckm dr Budi Utoyo. Kontingen Garuda XIV-C tahun 1995, dengan inti pasukan dari Batalyon Zeni tempur 9 dipimpin oleh Letkol Czi Anwar Ende.

Kontingen Garuda XIV-D tahun 1995 dengan inti pasukan dari Satgas Kes dipimpin oleh Kapten Ckm drg Nurjamil S. Kontingen Garuda XIV-E tahun 1996 dengan inti pasukan dari Batalyon Zeni Tempur-10 Kostrad dipimpin oleh Kapten Czi YD Prasetyo. Kontingen Garuda XIV-F tahun 1997 dengan inti pasukan Satgas Kes dipimpin oleh Letkol Ckm dr Azhar Kamal. Penugasan Kontingen ke Filipina/Moro sebagai bagian dari tugas PBB selaku military observer dipimpin oleh Brigjen TNI Kivlan Zein tahun 1995.


Para Panglima

Para perwira yang pernah menjabat sebagai Panglima Kostrad adalah
Mayjen TNI Soeharto dari tahun 1961-1965; Mayjen TNI Umar Wirahadikusumah dari tahun 1965-1967; Mayjen TNI A Kemal Idris dari tahun 1967-1969; Brigjen TNI Wahono dari tahun 1969-1970; Mayjen TNI Makmun Murod dari tahun 1970-1971; Mayjen TNI Wahono dari tahun 1971-1973. kemudian, Mayjen TNI Poniman dari tahun 1973-1974; Mayjen TNI Himawan Sutanto dari tahun 1974-1975; Letjen TNI Leo Lopulisa dari tahun 1975-1978; Mayjen TNI Wiyogo Admodarminto dari tahun 1978-1980; Mayjen TNI Ismail dari tahun 1980-1981; Letjen TNI Rudini dari tahun 1981-1983; Letjen TNI Suweno dari 1983-1986. Mayjen Suripto dari tahun 1986-1987; Letjen TNI Adolf Sahala Rajagukguk dari tahun 1987-1988; Mayjen TNI Sugito dari tahun 1988-1990; Mayjen TNI Wismoyo Arismunandar dari tahun 1990-1992; Mayjen TNI Kuntara dari tahun 1992-1994; Letjen TNI Tarub dari tahun 1994-1996. Kemudian Kostrad dipimpin oleh Letjen TNI Wiranto mulai tahun 1996. Setelah itu berturut-turut para perwira pilihan dan terbaik di lingkungan TNI yang berkesempatan dipercaya memimpin Kostrad adalah Letjen TNI Sugiono, Letjen TNI Prabowo Soebianto, Letjen TNI Djoni Lumintang (memimpin Kostrad hanya 19 jam), Letjen TNI Djaja Suparman, Letjen TNI Agus Wirahadi Kusuma, Letjen TNI Ryamizard Ryacudu, Letjen TNI Bibit Waluyo, dan Letjen TNI Hadi Waluyo yang kemudian mendapatkan amanah untuk memimpin Kostrad diserahterimakan kepada Mayjen TNI Erwin Sudjono. (TI/Munawar Fuad Noeh/Haposan Tampubolon)

Para Panglima Kostrad:
1. Mayjen TNI Soeharto (1961-1965)
2. Mayjen TNI Umar Wirahadikusumah (1965-1967)
3. Mayjen TNI A Kemal Idris (1967-1969)
4. Brigjen TNI Wahono (1969-1970)
5. Mayjen TNI Makmun Murod (1970-1971)
6. Mayjen TNI Wahono (1971-1973)
7. Mayjen TNI Poniman (1973-1974)
8. Mayjen TNI Himawan Sutanto (1974-1975)
9. Letjen TNI Leo Lopulisa (1975-1978)
10. Mayjen TNI Wiyogo Admodarminto (1978-1980)
11. Mayjen TNI Ismail (1980-1981)
12. Letjen TNI Rudini (1981-1983)
13. Letjen TNI Suweno (1983-1986)
14. Mayjen Suripto (1986-1987)
15. Letjen TNI Adolf Sahala Rajagukguk (1987-1988)
16. Mayjen TNI Sugito (1988-1990)
17. Mayjen TNI Wismoyo Arismunandar (1990-1992)
18. Mayjen TNI Kuntara (1992-1994)
19. Letjen TNI Tarub (1994-1996)
20. Letjen TNI Wiranto (1996)
21. Letjen TNI Sugiono
22. Letjen TNI Prabowo Soebianto
23. Letjen TNI Djoni Lumintang
24. Letjen TNI Djaja Suparman
25. Letjen TNI Agus Wirahadi Kusuma
26. Letjen TNI Ryamizard Ryacudu
27. Letjen TNI Bibit Waluyo
28. Letjen TNI Hadi Waluyo
29. Mayjen TNI Erwin Sudjono.

KOSTRAD punya 2 satuan berkualifikasi Special Forces :
1. 2 Batalyon Raider
2. 4 Unit Peleton Pengintai Pertempuran

http://www.duniasex.com/forum/archive/index.php/t-210562.html

Handphone keren Barack Obama



"BlackBerry" Pres id en Amerika Serikat Barak Obama ternyata harganya mencapai US$ 3.350 (sekitar Rp 36,8 juta). Ponsel ini mahal harganya karena Gedung Putih memakai pengaman khusus. Gedung Putih memang tak mengizinkan Obama memakai BlackBerry biasa. Ponsel ini memiliki pengamanan atau enkripsi khusus, sehingga tak mudah untuk dibobol.

"Kalau menggunakan BlackBerry biasa, posisi pres id en bisa diketahui musuh, karena pada BlackBerry dilengkapi dengan peranti GPS. Bila ponsel ini dibobol dari jarak jauh, posisi Pres id en juga ketinggian lokasinya bisa bocor," kata seorang petugas keamanan dalam wawacara dengan CNBC.

Ponsel khusus ini disebut "BarackBerry". Sep
erti ditulis blogger Marc Ambinder untuk majalah The Atlantic, ponsel ini punya pengaman khusus untuk percakapan via telepon maupun pengimin dokumen.

Sistem pengaman "BarackBerry" ini memakai teknologi Sectera Edge keluaran General Dynamics. Sectera Edge adalah kependekan dari Secure Mobile Environment Portable Electronic Device.

Sistem pengaman seperti itu juga telah dibuat oleh pemerintah Indonesia . Sistem itu dikembangkan oleh polisi bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Ponsel yang tak bisa disadap harganya Rp 100 juta. email by. mein wahyu


Rabu, 11 Februari 2009


Jelang pemilihan pemilu (pemilihan legislatif) yang kurang 2 bulan lagi, apa yang sudah dipersiapkan untuk pemilih seperti saya. 5 tahun lalu untuk pemilihan legislatif gw ngga milih,

KeNapa.....?

Karena gw beranggapan bahwa orang-orang yang duduk di dewan klo sudah jadi tidak memperjuangkan aspirasi rakyat tapi lebih memperjuangkan kepentingan pribadi dan partainya. Pada waktu itu MUI (Majelis Ulama Indonesia) sebagai lembaga yang ngurusin para umat khususnya Muslim belum mengeluarkan fatwa haram bagi kaum muslimin yang tidak ikut memilih.

Untuk Pemilu sekarang MUI mengeluarkan fatwa seperti di atas, jadi klo kita mengaku sebagai umat muslim kita mau tidak mau suka tidak suka harus memilih.

Masih cukuplah waktu 2 bulan untuk cari info WHO ??... yang pantas gw pilih, menurut gw cari dulu partainya yang amanah?.... selanjutkan tentukan bakal calegnya, klo masih bingung juga cari caleg yang cantik aja...... minimal bisa buat Tombo Ngantuk.....

Senin, 09 Februari 2009

Rossi main ke Indonesia

Setelah kunjungannya yang pertama tahun 1996 silam, Valentino Rossi untuk kali kedua berkunjung ke Indonesia. Mengaku terkesan dengan Indonesia, sang juara dunia MotoGP berencana kembali ke tanah air."Saya terkesan dengan penyambutan yang ada disini, walaupun waktu kita sedikit. Namun melihat animo penggemar saya yang begitu banyak, saya tertarik untuk kembali ke sini (Jakarta) suatu waktu," ucap Rossi kepada para peserta acara meet and great.

Dalam acara yang dilangsungkan di Istora Senayan, Jakarta, Rossi yang dijadwalkan datang pada pukul satu siang harus membuat penggemarnya menunggu karena juara 2008 itu baru tiba di lokasi sejam berselang. Jagoan Fiat Yamaha itu datang ke dalam ruang dengan menggunakan kruck akibat cedera yang membebat kakinya. Namun Rossi kemudian membuat sekitar 3000 penonton yang terdiri dari jajaran direksi Yamaha, para pemenang meet and greet with Rossi merasa kecewa. Sesi tanya jawab dan foto bareng yang sudah dijadwalkan ternyata cuma berlangsung selama 30 menit.

Bahkan Rossi menolak permintaan agar dia menaiki motor Yamaha yang dipajang di atas panggung. Rider 29 tahun itu beralasan kalau badannya tidak kuat untuk menunggang motor yang dimaksud. Kalau penonton yang datang merasa kecewa dengan singkatnya waktu pertemuan dengan sang bintang, Rossi justru mengaku antusias dan sedikit terheran-heran dengan animo masyarakat Indonesia terhadap sepeda motor "Saya juga senang dengan banyak para pengendara motor yang ada di sini ketika berada di jalan tadi (dari hotel ke istora). Itu menunujukkan animo masyarakat akan motor begitu tinggi, saya sangat senang," lanjut Rossi.

"Walaupun begitu besar animo pengguna motor, saya sempat melihat ada yang kurang memperhatikan keselamatan saat berkendara. Pengendara motor haruslah safety riding," tutup juara dunia delapan kali itu. ( din / din ) detik.com

Jumat, 06 Februari 2009

Kreatif, inovasi atau nggragas...

Beberapa hari yang lalu, istriku tugas ke Surabaya. Nah sepulangnya dari sana aku dibawaain oleh-oleh daerah sana, yaitu krupuk kulit ikan dan camilan yang bahannya dari ikan-ikan yang kecil.

Oleh-oleh tersebut tidak kita makan sendiri, sebagian ditawarkan ke tetangga. Respon tetangga saat ditawarin kripik yang terbuat dari kulit ikan mereka terkejut geli atau jijik, karena mereka beranggapkan bahwa itu bukan kripik kulit ikan tapi kulit ular karena dilihar dari sisiknya.

Nah makanan dari ikan kecil-kecil setelah kuteliti, ini mungkin ikannya bukan ikan tenggiri karena seperti ikan cere atau ikan emblok kalau di kampung. Ikan itu biasanya memang tidak dikonsumsi tapi untuk mainan. Setelah dipikir-pikir orang sekarang ini justru "nggragas" dibandingkan dengan dahulu walaupun dengan kata inovasi.

Kamis, 05 Februari 2009

Brrrrrrrrrrrrr............

Banyak cerita dan kegilaan yang terjadi di Jakarta dari kemacetan, kebakaran, banjir, demo, dan masih banyak lagi yang lain. Yang kusorotin pada tulisanku kali ini adalah masalah pekerjaan. Berapa banyak orang dari luar sana berbondong-bondong ke Jakarta untuk mengadu nasib (red. termasuk aku, hehehe). Karena di Jakarta memang menjanjikan, banyak peluang yang bisa diambil disini. Banyak orang bisa sukses setelah sampai di sini, dan banyak juga orang yang stress karena tidak berhasil meraih impiannya.

Seperti halnya sewaktu gw pulang kerja kemarin sore, dalam perjalanan ketika sampai dilorong semanggi, aku melihat mobil iklan. Mobil iklan ini tidak seperti biasanya kulihat yaitu mobil yang di box belakangnya berputar-putar banner suatu produk. Mobil iklan ini lebih menarik karena di dalam box tersebut ternyata bukan banner sebuah produk saja tapi ada dua cewek muda, cantik, berpakaian modis dengan lincahnya berjoget-joget PD sekali tanpa henti dan sesekali melontarkan senyum.

”Gila....!!!” ada-ada saja jalannya orang cari uang yach di Jakarta ini. Di bayar berapa mereka yach.... sampai mereka melakukan pekerjaan itu. Memang Jakarta memang kota yang penuh tantangan, begitu juga dengan pekerjaan semakin menantang dan semakin aneh sebuah pekerjaan semakin diminati. Aduh...... kalo lihat model-modelnya tadi pingin rasanya masuk box itu... brrrrrrrrrr...... rasanya gimana yach.

Eh... enak-enak ngelamun gw ditoyor sama istri yang ada di belakang, wakakakak......

Bahaya Baju Terbuka

Pesan untuk kaum hawa...

Baju yang terbuka di bagian pusar dan sekitar rongga dada atau punggung ternyata dapat merugikan kesehatan.

Mengapa begitu?....

Karena jika panas tubuh terlalu rendah, seseorang akan beresiko lebih besar terkena penyakit flu dan infeksi. Jika keluar malam menggunakan baju terbuka, sementara suhu di luar sangat dingin, maka dapat menyebabkan hipotermia.
Suhu tubuh hanya perlu turun hingga 35 derajat celcius dari suhu normal 36-37 derajat celcius untuk beresiko terkena berbagai serangan penyakit.
Jika kedinginan terlalu lama, tubuh bisa membeku dan pada puncaknya dapat memutus
pembuluh-pembuluh darah kapiler.

So...., mengikuti trend boleh saja, tapi jangan lupa perhatikan kesehatan yach.....

Selasa, 03 Februari 2009

Peringatan buat pengendara motor! Februari ini hujan masih mengguyur deras dan "kolam raksasa" akan bertebaran di jalanan. Menghadapi situasi ini, biasanya pemilik motor nekat menerobos hujan, berjuang sampai titik darahpenghabisan alias tunggangan berhenti (mati mesin). "Kalau punya pilihan, mending berputar, cari jalan yang lebih aman, tidak banjir," ungkap JosephAnthony Tan, Kepala Training Roda Dua PT Suzuki Indomobil Motor. Karena tidak punya pilihan dan banjir harus diterjang, ada tiga pilihan untuk menerobosnya. Hanya, seberapa tinggi airnya?

*Didorong*

Paling aman, baik Joseph maupun Benny Djatiutomo, juragan bengkel StarMotor, menganjurkan motor didorong dan mesin dalam keadaan mati. Tujuannya menghindari air tersedot lewat filter udara atau lubang pernapasan sehingga air yang lewat ke mesin terhindarkan. Menurut Joseph, perhatikan juga jenis motornya. Kalau model sport relatif tidak terlalu masalah. "Untuk ketinggian 40 cm dengan posisi mesin tegak tidak masalah," tegasnya. Beda jika motornya skubek. Posisi cover CVT yang rendah, lanjutnya, sangat memungkinkan air masuk dari lubang pembuangan."Air yang nyelinap ke dalam cover bisa bikin belt CVT selip," tutupnya. Selepas menerjang banjir, cepat periksa beberapa komponen. "Lepas knalpot, pastikan air tidak ada di lubang pembuangan dan segera keringkan," pintaBenny.

*Jalan stasioner*

Jika ketinggian air di bawah 40 cm boleh diterobos. Namun, Joseph mengingatkan, pastikan kondisi kabel kelistrikan dalam keadaan baik agar tidak terjadi korsleting. Kemudian, waspadai air masuk ke karburator, tandanya mesin berbunyi mbrebet. Parahnya kalau air masuk ke ruang bakar,efeknya water hammer. "Piston seperti menabrak dinding keras," ungkap Benny. Benny juga mengatakan, kalau hal itu sudah terjadi, bukan hanya piston yang kena, melainkan seluruh komponen dalam, seperti kruk as dan klep, harus diganti dan pasti turun mesin. Pesan Joseph lainnya, sebelum menerjang banjir, ada baiknya knalpot ditutup dengan plastik. Kemudian, filter udara harus terpasang untuk mencegah airmasuk ke ruang pembakaran.

*Digeber*

Kalau motor tetap digeber, perhatian buat motor yang posisi mesinnya tidur.Peluang air masuk ke mesin melalui filter udara sangat besar. Untuk motor sport tertolong lantaran posisi mesin tegak. Namun, tidak tertutup kemungkinan air bisa masuk. Untuk motor bebek tidak dianjurkan digeber dengan kecepatan sedang. "Sudah pasti air masuk ke dalam busi (mesin mati) atau karburator (mbrebet),"bilang Joseph. Buat skubek malah lebih berisiko. Di luar mesin, kataJoseph, velg yang kecil bisa jadi masalah. Terutama di genangan air terdapat lubang."Kalaupun tidak terjatuh, ya velg rusak.
"Sumber : Kompas" email Kak Aji RP"

Senin, 02 Februari 2009

PILKADA JATIM oRa BaR-BaR

Kemarin aku coba-coba mengangkat topik tentang PILKADA JATIM yang berlarut-larut yang tidak kunjung selesai di milis madiun-club.

Assalamualaikum sederek2, nembe mawon kulo maos iklan berjalan di TV One isinya "KAJI tolak tandatangani berita acara" maunya apa sih, nek emoh kalahyo jo melu2 ikutan pilkada, Bikin pilkada sendiri aja, ora ngono sedulur-sedulur.

Tidak di duga-duga responnya banyak sekali, antara lain :

  1. Maunya jelas menang to kang.. lha wong wegah nanggung hutang sakmono embane.. hehehe... makane to nek arep jago opo ae kudu siap mental dan materi.. betul???
  2. ya begitulah sosok mereka asli sebenarnyacalon pemimpinnya aja punya sikap & sifat kayak begitutidak siap tuk kalah ... tidak punya rasa legowo nrimo kalah ...
  3. wis jarno wae mas..........ben dek'e bengkerengan dhewesing penting awak-e dhewe nyambut gawe sing sregeplha wong mengko nek wis dadi yo ora bakalan mikirnotemenan.....
  4. Wehehehehe....setuju sama mas Adi saya...Paling-paling nanti juga ndak mikirin kita-kita..Pake lagak orang patah hati aja....kalo yang dipikirin nggak mikirinkita, buat apa dipikirin? Hehhehehehe....
  5. yen menurute mbah jos gandos
    khofifah memang sengaja nggawe skenario sedemikian rupa
    maklum nyedhaki pemilu, trus nyoba omongane MK yen ra trimo bisa diajukan ke MK maneh
    mengko yen MK ra gelem mergo wis jeleh PILGUB Jatim kok ra bar-bar, dheweke siap-siap ngajuin keberatan mboh nang ndi khofifah arep sambat ...
    akhir-akhire presiden turun tangan .....
    lha iki SBY akan ditarik ke ranah PILGUB Jatim, yen ra ati-ati ngethokne kebijakan yo ngerti dhewe putu-putuku PILGUB jatim akan dibawa ke pemilu 2009 trus pamor SBY kenek dampake
    perkoro dhuwit untuk proses MK, bagi KAJI wis kadong nyemplung yo nyemplung pisan sampek teles ..
    mbok yao dhuwit sing ordene milyar rupiah untuk proses ke MK dinggo untuk ngatasi krisis global utamane wong-wong sing kurang ekonomine, jek akeh neng tonggone KAJI
    mbah eling filme james bond ra eling judule opo mergo wis tuwek jenenge cewek mr. bond elektra king
    yen wong wedok dhuwe karep masya allah, gak iso direm
  6. Sapun sedulur lan sederek sedoyo.
    niki informasi saking Mbah e KPU melihat menimbang lan memutuskan untuk menghindari perselisihan dan persatuan maka PILGUB JATIM dimenangkan oleh :

    K A J I...........!!!!!!!!!!!
    .
    .
    .
    .
    .
    .( KAJI KARWO,KAJI SAIFUL)
  7. HAHAHAHAHHAAHHAHAHAHHAHAHAmanteb pak ekowis legooooooooooooooooooooosuwun ....
  8. Weleh.... MANTAF bangetSak jane ki kiye tho karep e Kofifah kuwi. Nek tujuan nearep Mbangun Jatim yoh ora koyok mangkono carane. Kuwimalah arep ngorat-arit JATIM.Pemimpin kok ora duwe Jiwa Besar.Iso Gawe contoh, Pak Kokok Raya, Kalah yo wes.... oragegeran koyok KAJI.Nek geger terus, kapan Pemerintahan iki iso mlaku.Sak jane nek gelem terus terang, TIM SUKSES endi seng oracurang.....99999% Kabeh TIM SUKSES mesti gawe coro curang......AYo wes... JI.... JI... KAJI.....Nek Sampeyan pancen wong Jawa Timur, ayo wes ndang lerennek bengkerengan..... Bangun Jawa TimurBareng-bareng.......

rencana Alloh itu Indah

sWeeT MeMorY...... "NostalGia SMA"