INTRODUCE
My name HARIANTO from East Java, Madiun city and Demangan Villages

Kamis, 21 Agustus 2008

APR NATIONAL YOUTH PROGRAMME DEVELOPMENT WORKSHOP






21 s.d. 25 Agustus 2008 di Lemdikanas Cibubur, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mendapat kepercayaan dari Asia Pasific Region (APR) menyelenggarakan APR National Youth Programme Development Workshop.

Kegiatan tersebut diikuti oleh para Andalan Nasional, Staf Kwarnas, Kwarda DKI Jakarta, Kwarda Jawa Tengah, Kwarda Jawa Barat, Pesantren Darunnajah dan Jaringan Sekolah Islam Terpadu yang berjumlah kurang lebih 18 orang.


Pada kegiatan tersebut, gw kebetulan masuk dalam kepanitiaan dengan job sebagai "computers operator" alias "tukang ketik" kalau ngga salah. Karena pada hari Sabtu pagi gw harus mengikuti kegiatan piknik di RT akhirnya Jum'at sore gw ijin untuk meninggalkan tugas tersebut. Karena piknik dengan warga sudah terplanning jauh-jauh hari sebelum kegiatan APR ini dan hal tersebut sudah gw sampaikan kepada boss gw. Pada kegiatan tersebut narasumbernya dari Filiphina dan Australia, nah tentunya untuk berkomunikasi dengan mereka tentunya dengan bahasa internasional yaitu bahasa inggris. Bisa dibayangkan, gw khan bahasa inggrisnya kurang banget..... alias litle-litle i can.


Ternyata benar ungkapan tukul "kalau komunikasi pakai bahasa inggris dengan bule hasilnya adalah kemeringet alias panas dingin". Saat gw berkomunikasi dengan mereka yach paham sedikit dan gw balas dengan bahasa tarzan.


Ada kejadian yang menurut gw lucu banget, yaitu dialog temen gw dengan bule dari Filiphina. Kalau ngga salah yang mereka bicarakan adalah tentang krupuk, sibule sambil menunjukan kerupuk udang dia bilang klo di filiphina ini namanya keropek. Trus dia nanya ini terbuat dari apa? harganya berapa? belinya dimana? trus gorengnya pakai apa?


Nah ngga tahu gimana ceritanya waktu itu temanku bilang "this is mekaaarrrrr......" Jadi ketawa qta yang dengernya padahal sich gw juga ngga ngerti. Jadi intinya sesama orang ngga ngerti saling menertawakan. .......

Selasa, 19 Agustus 2008

Gaji gw turun lagi "Selamat buat Seslak-ku sayang"

Seslak ???
istilah apakah itu ???........

Seslak dikantorku adalah salah satu jabatan yang disandang seseorang staf yang bertugas mengepalai para staf/karyawan dan kedudukannya dibawah Sekretaris Jenderal.

Gw cerita nich.........
oh ya bulan Juli kemarin dikantor gw ada kenaikan gaji, lumayan sich sampai 300.000 gitu. Yach tentunya sebagai staf hanya bersyukur Allhamdulillah...

saat aku lagi mengantar surat, saya dipanggil oleh "SESLAK", beliau tanya :
Seslak : Kak Hari golongan berapa?, masa kerjanya dah berapa tahun? gajinya naik berapa?,
Gw : Golongan IIA, kerja kurang lebih 10 tahun dan kira-kira naiknya 300 ribuan kak
Seslak : Wah banyak dong...... (sambil liat list kenaikan gaji)
Gw : Allhamdulillah Kak.....
Seslak : Berarti kakak naiknya 48 % dong, coba dibandingkan dengan yang masa kerjanya lebih dari 20 tahun mereka hanya naik 11 %
Gw : Wah saya ngga ngerti kak..... yang penting cuma syukur yang bisa saya panjatkan.
Seslak : ya sudah terima kasih.

Akhirnya gw keluar dari ruangan beliau sambil dalam batin- ku berpikir " Sing Goblok sopo sich??" gw khan ngga ngerti dasarnya kenaikan gaji tersebut.

Memang setelah itu berkembang akan dibentuk Tim peninjauan kembali atas kenaikan gaji bulan lalu.

Akhirnya pagi tadi menurut cerita teman-teman untuk gaji bulan depan gaji akan turun lagi.... dan info dari salah seorang teman yang seangkatan denganku, kira-kira gaji gw turun lagi sampe 200.000 an lebih.

Huh!!!!!... dongkol juga sich dan congratulations untuk "SESLAK" tersayang atas usaha dan perjuangannya untuk menurunkan gaji gw dan teman-teman. Dalam sejarah mungkin hanya dikantor gw, gaji udah naik -turun lagi.

SRI SULTAN HB IX DAN BAKUL BERAS

Andaikan pemimpin bisa seperti dia, tahu kemauan orang yang dipimpinnya, bersikap sopan dan santun terhadap yang lebih rendah, menghargai sesama manusia, ikhlas jiwa menolong tanpa berharap pujian, alangkah indahnya dunia ini.

"Suatu saat Sri Sultan pagi-pagi pulang dari Kaliurang dengan mengendarai Mobil Jeepnya sendiri. Sampai di sekitar Medari (Sleman) beliau disetop oleh perempuan tua, seorang bakul beras. Sri Sultan pun segera memberhentikan mobilnya, seraya menyapa dengan ramah. "Ada apa mbok?" - "Tolong mas angkatkan beras ini saya mau ke Jogya", ujar mbok bakul beras bersahabat.

Dengan tersenyum Sri Sultan turun dari mobilnya, dan mengangkat beras itu ke dalam mobilnya sendirian. Tanpa dipersilahkan masuk Si Embok Bakul Beras itu pun segera membuka pintu dan duduk di samping sopir, sebagaimana kebiasaan dia setiap hari dengan sopir-sopir yang lain.

Sambil ceritera kesana kemari, sambil makan sirih si Embok disambut dengan ramah oleh Sri Sultan sepanjang perjalanan. Tanpa terasa sampailah kendaraan yang disopiri seorang "Raja" ini di depan Pasar Bering Harjo, Jogyakarta.

Si Embok pun bergegas menyuruh Sri Sultan menurunkan beras itu, dan dengan tetap menunjukkan sikap yang sopan Sri Sultan pun menurunkan beras itu dengan baik.

Kini tiba gilirannya si Embok Beras mencari uangnya yang dibundel di selendang atau ujung setagennya (detailnya penulis tidak tahu, tetapi yang jelas memerlukan waktu yang lama). Ketika si Embok sedang sibuk menyiapkan uang untuk membayar Sang Sopir istimewa tadi, mobil pun segera meluncur.

Apa yang terjadi dengan si Embok Bakul Beras? Ia justru mengomel: "Sopir ini bagaimana to, orang baru diambilkan uang kok langsung bablas pergi, kalau kurang uang mbok ya ngomong, apa saya dianggap tidak bisa bayar!"

Ketika sedang sibuk ngomel, maka datanglah seorang Polisi, yang sedang berjaga di pos, menghampiri si Embok Bakul, seraya bertanya: "mBok ada apa, kok sepertinya marah-marah? Embok ketemu beliau di mana?" Si Embok tidak mennjawab keseluruhan pertanyaan pak Polisi, tetapi setengah khawatir dia menyatakan bahwa Ia mau bayar, bukan mau ngemplang. "Itu tadi lho pak, pak Sopir tadi kok nylonong saja, saya kan mau bayar, tapi entah lupa atau kurang bayarannya kok terus pergi begitu saja, saya kan malu, sama orang-orang yang jualan di sini, dikira saya nggak mau bayar?"

Jawab pak Polisi: "mbok...., tadi yang kamu tumpangi itu bukan sopir, tetapi Sri Sultan Hamengku Buwono, lihat tadi mobilnya kan AB no. 1"

Sepontan mbok bakul beras terperanjat, bagaikan disambar geledek. Kekagetan yang luar biasa yang tidak pernah dialami sepanjang hidupnya. Kemudian ia berteriak histeris: "Aduuuh Gustiiiii", selanjutnya badannya gontai dan terus pingsan. Dia merasakan rajanya yang sangat dihormati, sangat dicintai, yang senantiasa disembah-sembah, diagung-agungkan, kenapa disuruhnya ngangkat beras, kenapa beliau mau....., kenapa beliau tidak marah..., tidak membentaknya. Ini yang menjadikan penyesalan sang Embok Bakul beras, sehingga pingsan.

Sesuatu yang perlu kita pertanyakan kepada diri kita:

"Apakah dengan berbuat seperti itu Sri Sultan turun derajadnya?"
"Apakah dengan berbuat seperti itu kecintaan rakyat Jogya (terutama) terhadap Sri Sultan luntur?"
" Apakah perbuatan Sri Sultan membantu orang kecil, miskin, menjadi terhina?"

Sayang saya yang senantiasa menganggap beliau sebagai pahlawan kemanusiaan, tetapi nama beliau tidak tercatat sebagai Pahlawan Nasional.

Tetapi pertanyaannya adalah:
Apakah Sri Sultan menginginkan menjadi seorang pahlawan/" -
Jawabannya tentu saja tidaaak!

Siapa yang akan meniru jejak luhur ini??
Tangan perkasamu yang terulur,
Menuntun si keriput, dan tua renta,
Senyumanmu yang ikhlas, bisa menghibur rakyat yang berduka.
Kebijakanmu mempersatukan seluruh Pandu,Pertanda kesetiaanmu kepada Negara.
Engkau memang bukan pahlawan yang namamu terukir di batu pualam,
Tetapi engkau pahlawan yang namamu terukir di kalbu

kisah cerita ini kutiban dari email Kak JOKO MURSITHO

Senin, 18 Agustus 2008

Upacara 17 Agustus 2008





17 Agustus 2008 aku mengikuti apel upacara bendera di Lapangan Gajah Mada, Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur sebagai perwujudan jiwa patriotisme dan nasionalisme. Memang terlalu kecil jika jiwa patriotisme dan nasionalisme cuma diukur dari mengikuti pelaksanaan apel upacara bendera tapi minimal di upacara tersebut kita bisa membangkitkan rasa itu dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, menghormat ke Bendera RI Sang Merah Putih dan lain-lainnya.

Selaku Pembina Upacara adalah Ka Kwarnas Gerakan Pramuka. Pada apel tersebut Gerakan Pramuka memberikan penghargaan kepada Pejabat-pejabat, tokoh-tokoh yang memajukan perkembangan Gerakan Pramuka. Penghargaan yang diberikan Gerakan Pramuka antara lain : Lencana Melati, Darma Bakti, Wiratama Tingkat 1, Karya Bakti, dan Panca Warsa.

Seperti biasa setelah mengikuti upacara, kami beramah tamah dengan teman-teman dari Lemdikanas, Unit-unit Usaha Kwarna (Buperta, TRW, Madu Pramuka) sambil menikmati snack non kolesterol yaitu rebusan singkong, kacang, jagung, ubi dan secangkir teh dan kopi manis. Pokoke mak' nyusssss.......!!!!!

40 hari wafatnya Pungkas Tri Baruno








16 Agustus 2008 rencananya di auditorium Kwarnas Gerakan Pramuka dilaksanakan tahlilan 40 hari wafatnya Pungkas Tribaruno yang meninggal saat turun dari pendakian di Puncak Gunung Mc. Kinley, Alaska tanggal 7 Juli 2008 lalu.

Sesuai undangan yang beredar acara tersebut dimulai pukul 10.00 Wib. Tapi pelaksanaannya molor panjang banget dikarenakan Ka Kwarnas masih ada rapat. Dalam hatiku, inilah klo pimpinan sipil selalu ngga tepat waktu. Bayangin saja dari rencana awal jam 10.00 wib eh… baru acara dimulai jam 11.45 an. Menyebalkan…!!!!

Sambil menunggu kedatangan Ka Kwarnas, musik diputar. Aneh, musiknya bukan musik yang biasa didengarkan klo ada 40 hari orang meninggal seperti nasid atau lagu-lagu muslim lainnya, tapi musik yang diputar adalah musiknya Tompi, musik andra the back born yang dilantunkan Gita Gutawa (Sempurna) dan beberapa musik barat. Dalam hati tapi ngga sempat terucap, gimana sich ini…. Ada yang Ngga beres nih.

saat aku ketemu Kang Bayu Tresna barulah kutemukan jawaban kenapa musik-musik itu yang diputar. Oh ya… kenalin Kang Bayu Tresna ini adalah Andalan Nasional Gerakan Pramuka dan di Ekspedisi Tunas Indonesia beliau sebagai Ketua Tim. Tanpa aku tanya tentang musik-musik yang diputar ini Kang Bayu bercerita bahwa musik-musik yang diputar ini adalah musik-musik yang selalu diputar berulang-ulang oleh Pungkas saat dipenginapan disana, saya saja sampai hafal musik-musik ini.

Dalam acara tahlilan di Kwarnas hadir pula kedua orang tua Alm. Pungkas (Bapak Mumpangat dan Ibu), beberapa adik-adik Penegak/Pandega dari Tangerang, anggota Mapala UI (info dari Kang Bayu) dan beberapa anggota pemanjat tebing lainnya serta beberapa staf/karyawan Kwarnas. Peserta tahlilan tidak banyak seperti rencana awal yang menurut info akan dihadiri + 500 orang tapi yang hadir saat itu kira-kira + 100 orang. Walaupun pesertanya sedikit tapi tidak mengurangi niat saya dan orang-orang disitu untuk mengirimkan do’a kepada adik Alm. Pungkas Tri Baruno.

Akhirnya Ka Kwarnas tiba dan acara tahlilan serta sarasehan dibuka + pukul 11.45 Wib. Setelah tahlilan selesai acara dilanjutkan dengan shalat dhuhur berjamah, selanjutnya break makan siang dan setelah itu acara sarasehan dimulai yang dipimpin oleh Kak Bayu Tresna. Isi dalam sarasehan tersebut adalah dibeberkannya proses Eksepisi Tunas Indonesia dari persiapan sampai pelaksanaan, pengalaman-pengalaman para pendaki, kronologis meninggalnya Alm. Pungkas dsbnya. Saya tidak sampai selesai mengikut sarasehan, kira-kira pukul 15.30 Wib. Saya pulang.

Kamis, 14 Agustus 2008

Lencana Dharma Bakti utk Alm. Pungkas Tri Baruno








Presiden SBY memberikan piagam Dharma Bakti kepada Orang Tua Alm.Pungkas Tri Baruno, pada Hari Pramuka ke 47 di Lapangan Gajah Mada, Komplek Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, Kamis Kamis (14/8) sore.
kepada orang tua almarhum Pungkas, Presiden SBY mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam serta memberikan pernghargaan yang tinggi atas perjuangan almarhum. "Kita semua bangga atas patriotisme Pungkas Tri Baruno dan namanya akan terukir abadi dalam kisah perjuangan bangsa," kata SBY.
(foto: abror/presidensbyinfo)

Sambutan Kak SBY pada HUT Pramuka ke 47

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Kamis (14/8) sore, menghadiri upacara Peringatan Hari Pramuka ke-47 di Lapangan Gajah Mada, Kompleks Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur.


Dalam upacara yang dihadiri kurang lebih 2.250 anggota Pramuka tersebut, Presiden SBY menjadi Pembina Upacara.Tampak hadir bersama dengan Presiden di dalam acara yang bertemakan "Dengan Semangat Kebangkitan Nasional Kita Pacu Perkembangan Gerakan Pramuka", antara lain, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, serta Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar.


Dengan tema tersebut di atas, diharapkan gerakan Pramuka dapat berkembang sebagai lembaga pendidikan yang strategis untuk membentuk generasi muda yang tangguh.Presiden SBY selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka, menyematkan Tanda Kehormatan Lencana Melati dan Dharma Bakti kepada para penerima. Mereka yang menerima Lencana Melati merupakan tokoh-tokoh pandu Asia Pasifik. Mereka adalah Jenderal TNI Djoko Santoso, Fasli Jalal, Hon Jejomar C. binay, Pehin Dato Seri Paduka Awang Mohd Ali Daud, Abdullah Rasheed, Yaacob Bin Haji A. Karim, Abdul Kader Bin Haji Mhd Nor, dan Wahidin Halim. Kemudian Abdul Hafiz Hasibuan, L. Rumadas, Amirul Tamim, Stefanus Vreeke Runtu, Ridwan Effendi, Mahrus Amin, Wan Abubakar, Hanny Sondakh, Tamotsu Inoue serta Idris Rahim.


Sementara itu, enam orang yang menerima Lencana Dharma Bakti adalah Ridwan Suwidi, M. R. Kambu, Satono S. P., Imdaad Hamid dan Marwan Hasmen. Selain itu, Pungkas Tri Baruno, salah seorang Tim Ekspedisi Tunas Indonesia yang wafat setelah berhasil menancapkan bendera Merah Putih dan bendera Gerakan Pramuka di Gunung McKinley, Alaska, Amerika Serikat, juga dianugerahi Lencana Darma Bakti.


Presiden SBY bertekad untuk mensukseskan revitalisasi gerakan Pramuka. "Karena saya tidak ingin gerakan Pramuka tidak penting lagi di Indonesia. Saya juga tidak ingin Pramuka jadi melempem, kurang semangat dan apa adanya," kata Presiden. Presiden SBY mengungkapkan bahwa Pramuka sangat penting serta tetap relevan dengan perkembangan jaman. "Walaupun globalisasi penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan tetapi manusia adalah faktor penentu utama. Oleh karena itu, kita ingin membangun manusia yang memiliki karakter, bukam hanya pemuda yang cerdas yang menguasai ilmu pengetahuan, tapi juga yang tangguh kepribadiannya, baik budi pekertinya," jelas SBY.


Presiden berharap Pramuka dapat maju dan berkembang. "Melahirkan tunas-tunas bangsa yang akan membangun bangsa kita, menuju masa depan yang lebih baik," ujar SBY.Selain itu, agar revitalisasi Gerakan Pramuka sukses, Presiden SBY meresmikan Pendidikan Bela Negara untuk 146 orang dari seluruh Indonesia. "Untuk menanamkan jiwa bela negara sebagai generasi bangsa," ujar Presiden.


Kepada seluruh anggota Pramuka, Presiden SBY berpesan agar mereka selalu memperkuat organisasi serta manajemen kepramukaan, selalu memantapkan gugus depan berbasis sekolah serta wilayah. Lalu memantapkan prinsip dasar serta metode kepramukaan dan memantapkan tekad dan semangat anggota Pramuka sebagai satu bangsa. Kepada para menteri, Presiden SBY juga menginstruksikan untuk terus memberikan dukungan dan fasilitas nyata kepada Gerakan Pramuka, termasuk pendanaan.


Akhirnya, kepada orang tua almarhum Pungkas, Presiden SBY mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam serta memberikan pernghargaan yang tinggi atas perjuangan almarhum. "Kita semua bangga atas patriotisme Pungkas Tri Baruna dan namanya akan terukir abadi dalam kisah perjuangan bangsa," kata SBY.


Layaknya upacara Pramuka, upacara tersebut diakhiri dengan menyanyikan Hymne Satya Dharma Pramuka, pembacaan doa serta ditutup dengan penghormatan pasukan kepada pembina upacara. (mit)

berita dan foto dari website : presidensby.info

Ziarah ke Makam Mbah Hadi







Tanggal 14 Agustus Gw, Mbah Umi dan Dipta ziarah ke makam Mbah Hadi di TPU Pondok Ranggon.

Puncak HUT Pramuka ke 47


Puncak Hari Pramuka ke 47 dilaksanakan upacara sebagai Pembina Upacaranya Presiden RI Kak Susilo Bambang Yudhono selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka. Upacara dimulai kurang lebih pukul 15.30 an di hadiri oleh para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Peserta upacara kurang lebih diikuti + 1600 anggota Gerakan Pramuka dari Kwarcab se Jabodetabek.

Presiden SBY bertekad untuk mensukseskan revitalisasi gerakan Pramuka. "Saya tidak ingin gerakan Pramuka tidak penting lagi di Indonesia. Saya juga tidak ingin Pramuka jadi melempem, kurang semangat dan apa adanya," kata Presiden Kamis (14/8) sore, pada upacara Peringatan Hari Pramuka ke-47 di Cibubur, Jakarta Timur. Pramuka sangat penting serta tetap relevan dengan perkembangan jaman. "Walaupun globalisasi penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan tetapi manusia adalah faktor penentu utama. Oleh karena itu, kita ingin membangun manusia yang memiliki karakter, bukam hanya pemuda yang cerdas yang menguasai ilmu pengetahuan, tapi juga yang tangguh kepribadiannya, baik budi pekertinya," jelas SBY. (mit)Keterangan foto:Presiden SBY dan Ibu Negara bersama Pramuka saat menghadiri Hari Pramuka ke 47 di Cibubur, Jakarta, Kamis (14/8) sore. (foto: abror/presidensbyinfo)

Ulang Janji

Tanggal 13 Agustus 2008 pukul + 19.30 an di Lapangan Gajah Mada - Lemdikanas - Cibubur dilaksanakan acara ULANG JANJI yang dipimpin oleh Ka Kwarnas Gerakan Pramuka.

rencana Alloh itu Indah

sWeeT MeMorY...... "NostalGia SMA"