INTRODUCE
My name HARIANTO from East Java, Madiun city and Demangan Villages

Minggu, 27 Juli 2008

FESTIVAL KREATIVITAS & PERMAINAN ANAK 2008















aLLhamdulillah akhirnya selesai sudah menjalankan tugas berkontribusi pada peringatan Hari Anak Tahun dengan mengikuti acara Festival Kreativitas dan Permainan Anak yang di adakan sepanjang jalan MH. Thamrin.

Acara yang dibuka oleh Wakil Presiden RI, Bapak Jusuf Kalla berlangsung dengan lancar walaupun justru yang terkesan ndadak banget adalah dari Kwarnas Gerakan Pramuka. Terutama saat mendekorasi booth (tempat bermain) terkesan pramuka sekali dengan ndadak-nya itu. Bayangin, kita baru start dekorasi jam 05.00 an, padahal acara mulai adalah jam 06.00 Wib. Seharusnya kita sudah harus setting booth dari minggu dini hari yang seperti yang telah dilakukan oleh petugas booth-booth lainnya

Kamis, 24 Juli 2008

Jambore On The Air dan Jambore On The Internet
















Kwartir Nasional Gerakan Pramuka akan menyelenggaraka Jambore On The Air (JOTA) Nasional ke 62 dan Jambore On The Internet (JOTI) ke 20 dan berpartisipasi dalam 4th Asia Pacific On The Air (APA) dan Asia Pacific On The Internet (API) Jambore Tahun 2008 yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 1 - 3 Agustus 2008 di Auditorium Kolam Tirta Tirja, Taman Rekreasi Wiladatika, Jl. Jambore, Cibubur, Jakarta sebagai Stasiun Induk Pengawas dan Pengendali JOTA.

Tema JOTA/JOTI : INFORMATION TECHNOLOGY FOR A STRONGER UNITY" - "tEKNOlogi Informasi Untuk Menguatkan Persatuan".
Ini beberapa foto yang kuambil saat pelaksanaan JOTA-JOTI kemarin.

Rabu, 23 Juli 2008

Gara-gara cewek cantik

Hehehe... tadi aku berpapasan dengan cewek cantik di ground habis foto copy, niat hati setelah fotocopy mau mengembalikan surat di TU, eh.... si cewek berlalu aku terpesona trus langsung masuk saja ke lift naik ke lantai 2. Di dalam lift baru ingat mau ke TU akhirnya sesampai di lantai 2 turun lagi dah lewat tangga darurat ke ground lagi.

Emang pesona cewek cantik terlalu luaaarrrrrrrrrr biasa.

21 Juli 2008





Ada apa dengan 21 juli ?

21 juli adalah ultahnya isteriku tersayang, di ultahnya ini aku beri hadiah jam tangan sesuai keinginannya.


teman aku yang lain yang ultahnya bersamaan dengan isteriku adalah kak Emmy Setyaty, nah ditempat kak emmy aku diundang makan-makan nasi uduk beserta telur goreng. Yang istimewa pada acara makan di ultah kak emmy adalah saat itu datang juga kak Hartman Nugraha dan Kak Zulfa Ahyar yang seperti kita tahu mereka adalah rekan Pungkas Tri Baruno "Tim Ekspedisi Tunas Indonesia".

Senin, 21 Juli 2008

Ngelindur lagi.... ngelindur lagi.......

Kemarin malam kata isteri yang tidur disebelahku aku ngelindur lagi, panggil-panggil nama cewek lagi...... "Rin.... Rina.... ". Kata isteriku : tidur manggil-manggil rina. Waduh jadi ngga enak banget, padahal aku sendiri ngga ngerasa.

Susah njelasinnya, untuk orang yang sudah berfikir macam-macam, tapi harapannya sich berfikirnya yang positif-positif. Biarin dah namanya juga ngelindur.....

Duel maut Rossi-Stoner


Akhirnya dini hari tadi valentino rossi vs casey stoner, duel sengit di Sircuit Laguna Seca, Amerika Serikat dimenangi oleh Valentino Rossi di kali pertamanya sekaligus memecahkan recornya karena di laguna seca ini sekalipun belum pernah menang.

Minggu, 20 Juli 2008

Pungkas Tri Baruno (8)


Obyektifitas media dipertanyakan......
Kepulangan jenazah Alm. Pungkas Tri Baruno ke tanah air menyedot perhatian baik media elektronik maupun media cetak untuk meliputnya, yang kutahui dari beberapa stasiun tv seperti metro tv, indosiar, sctv, bali tv, TVRI dan lain-lain. Peliputan media 180 derajat berbeda saat keberangkatan Tim Ekspedisi Tunas Indonesia hanya diliput oleh beberapa media saja. Mungkin jika Pungkas kembali dalam keadaan selamat, media akan melakukan hal serupa seperti saat keberangkatannya.

Prihatin memang kenapa media kita begini
“Good News = Bad News” but “Bad News = Good News”, ini nyata dan terjadi di Indonesia.

Alloh SWT memang Maha pembuat skenario, walaupun kita harus ditinggalkan oleh Adik tercinta tapi hikmahnya masyarakat Indonesia tahu bahwa semangat dan pengorbanan dik pungkas tidak sia-sia.

Selamat Jalan Adiku.........

Selamat Jalan Pahlawanku...........

Kami akan selalu mengenangmu...............

Pungkas Tri Baruno (7)

Sesampai di Bandara Sukarno-Hatta, ketika mau masuk ke Aula tempat prosesi penyambutan jenazah kulihat Kak Sumarni dan kawan-kawan kok keluar lagi. Ada apa kok balik mereka saat aku berbincang dengan Mas Hudi, eh... ternyata Kak Sumarni bilang kalo mau sarapan, makanannya di mobil. Allhamdulillah....... rejeki datang dan perut perih pun hilang, memang Alloh Maha Tahu.

Selesai makan, kami menuju keruangan aula untuk melihat gladi bersih upacara penyambutan jenazah. Gladi bersih selesai kira-kira jam 11.30 Wib, selanjutnya kita mencari informasi dimana masjid berada karena hari ini hari jum’at tentunya sebagai umat muslim kita harus melaksanakan sholat jum’at. Ternyata tempat yang disediakan untuk melaksanakan sholat jum’at di ruangan yang sehari-harinya buat pers comferen, Allhamdulilah sholat Jum’at selesai juga kita tunaikan.

Setelah selesai menunaikan sholat Jum’at kita kembali ke aula tempat penyambutan jenazah. Setelah menunggu beberapa saat kira2 pukul 13.30 Jenazah Alm. Pungkas Tri Baruna tiba selanjutnya dilaksanakan upacara serah terima jenazah dari perwakilan Konjen RI di San Fransisco kepada Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Setelah selesai serah terima dan pembukaan peti jenazah untuk memberi kesempatan kepada orang tua dan kedua kakak kandung melihat jenazah untuk terakhir kalinya, jenazah dibawa ke tempat Ucapara Penghormatan Terakhir Alm. Pungkas Tri Baruno.

Bertindak selaku Pembina Upacara adalah Kak Adyaksa (MENPORA RI), setelah penghormatan jenazah dilanjutkan pembacaan surat bela sungkawa dari Asia Pacific Region (APR) /Kepanduan Asia Pasifik yang bermarkas di Manila-Filipina dan dari World Organization Scout Movement (WOSM)/Kepanduan Dunia yang bermarkas di Jenewa – Swiss, yang dibacakan oleh adik-adik Pramuka dari Banten.

Setelah pembacaan bela sungkawa dari APR dan WOSM selesai selanjutnya pembacaan sambutan dari pihak keluarga Alm. Pungkas Tri Baruno. Dalam sambutannya, pihak keluarga mengungkapkan, keluarga bisa menerima kepulangan Pungkas ke penciptaNya karena takfir Illahi, sekaligus berterima kasih kepada Pemerintah RI dan Kwarnas Gerakan Pramuka khususnya yang telah memfasilitasi cita-cita/keinginan putranya Alm. Pungkas mendaki ke puncak Gunung Mc.Kinley, Alaska, Amerika Utara dari persiapan, pelaksanaan, hingga kepulangan jenazah. Keluarga juga berharap semoga semangat pungkas bisa memotivasi untuk generasi muda Indonesia mengisi hidup ini dengan sesuatu yang positif.

Selesai pembacaan sambutan dari keluarga Alm., dilanjutkan sambutan dari Rektor Mercu Buana, terus dari Deplu RI, terus dari Kwarnas Gerakan Pramuka, dalam sambutannya Kak Prof.DR.dr.H.Azrul Azwar (MPH) selaku Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Gerakan Pramuka memberi penghargaan kepada Alm. Pungkas Tri Baruno sebagai Pahlawan Gerakan Pramuka atas semangat dan pengorbanan kepada bangsa dan Gerakan Pramuka khususnya.

Sambutan terakhir dari MENPORA RI, Kak Adyaksa Dault.
Kak Adyaksa Dault dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangganya kepada Alm. Pungkas Tri Baruno dan Tim Ekspedisi Tunas Indonesia yang berhasil sampai puncak Gunung Mc. Kinley, Alaska mengibarkan Bendera Merah Putih dan Bendera Tunas Kelapa sebagai rangkaian peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional dan 100 tahun kepanduan dunia.

Dimasa banyak pemuda Indonesia yang jatuh kedalam dunia narkoba tapi Adik Pungkas diusianya yang baru 20 tahun telah memberikan sesuatu yang besar kepada bangsa dan Gerakan Pramuka. Semoga semangat Alm., bisa jadi motivasi kepada generasi muda mendatang menjadi tunas-tunas bangsa yang lebih baik.

Kak Adyaksa Dault juga mengucapkan terima kasih kepada Orang tua dan keluarga Alm. yang menerima kepergian Pungkas karena takdir Alloh. Sebagai bentuk kebanggaan insyaAlloh nama Alm. Pungkas Tri Baruno akan diabadikan menjadi nama ruang baca di Kantor Menteri Pemuda dan Olah Raga RI yang akan diperluas pembangunannya, disitu akan diisi buku-buku dan foto-foto Pungkas Tri Baruno.

Saat pembacaan do’a yang dipimpin oleh Kak Adyaksa Dault, tak kuasa aku menahan air mata. Ku teringat saat-saat dik pungkas main di ruangan kami, saat aku minta diajari cara upload di internet, saat menemani dik pungkas latihan panjat tebing di cibodas, saat dia membikinkan kami roti selai, saat menemani latihan fotografi di cimelati, saat tidur satu tenda dengannya, saat makan nasi goreng di warung bersamanya dan terakhir saat dik Pungkas menyapaku di ruangan, ketika itu Pungkas datang keruangan seperti biasa dia browsing internet, sekian lama dia browsing disebelahku tapi dia tidak menyapaku, tapi ketika dia selesai browsing ketika mau pergi saat melihatku dia bilang “ini kak Hari toch, kirain siapa” terus aku bilang “ah kamu sekarang sombong amat sich kas”. Pungkas sambil ketawa menjawab. Bener kak, habis kak hari lain sich. Memang sudah beberapa minggu aku tidak bertemu lagi dengan pungkas dan teman lainnya karena mereka ada pemantapan di Cibubur. Dan terakhir ketemu, ketika itu rambutku masih panjang/alias gondrong. Mungkin pungkas pangling karena aku habis potong rambut. Dalam do’aku semoga dik pungkas mendapat tempat yang pantas disisinya, dilapangkan kuburnya, dimasukan syurga. Amin.

Pungkas Tri Baruno (6)



17 Juli 2008

pagi ini saat bangun tidur planningnya mau berangkat ke kantor lebih pagi karena akan mengikuti penyambutan jenazah Alm. Pungkas Tri Baruno yang sudah kita tahui bahwa Alm. Pungkas meninggal dunia pada tanggal 8 Juli 2007 di Gunung Mc. Kinley Alaska.

Ternyata rencana Alloh lain, aku harus berangkat ke kantor lebih pagi dari rencana semula karena saat masih di atas tempat tidur HP istri berbunyi tanda ada panggilan masuk dan ternyata dari Kak Renny, qta diminta segera berangkat ke kantor karena Kak Renny butuh bantuan menyiapkan bunga tabur.

Buruan aku dan istri siap-siap, berangkat dari rumah kira2 pukul 06.30 Wib, dalam hati “ah… paling 15 menit sampe ke kantor nich” tapi rupanya perkiraanku meleset lagi karena sesampai di Jl. Sudirman, jalan macet, motor pun harus jalan pelan-pelan, dan ternyata kemacetan disebabkan karena ada perubuhan papan reklame di pinggir sungai dukuh atas. Allhamdulillah aku sampai kantor jam 07.10 Wib – an.

Sesampai di kantor, istri langsung ke lantai satu, aku memakirkan motor selanjutnya isi presensi terus ke lantai 2 untuk bersiap-siap mengenakan seragam kebesaran yaitu seragam pramuka. Setelah selesai berbenah aku turun ke lantai 1 untuk membantu Kak Renny, Kak Cicie dan isteri yang lagi sibuk memitilin bunga mawar merah, putih dan bunga melati. Aku dapat tugas memberi alas pada keranjang bunga tabur.

Kenapa tidak beli bunga yang sudah jadi?....
mengutip perkataan Kak Renny, “biarin kita repot untuk menyiapkan bunga tabur begini, ini semua hanya untuk Dik Pungkas, hanya ini yang bisa kita berikan untuk Alm. Dik Pungkas. Tidak lama kemudian datang tenaga baru yaitu Kak Murtiah dan Kak Emmy Setyaty.

Mengingat rombongan akan segera berangkat, aku dan Kak Emmy segera menuju ke bus. Aku tidak sempat lagi beli bekal roti di koperasi seperti pesan istri karena bus akan segera berangkat. Aku hanya berbekal air putih satu botol dan beberapa wafer sisa cemilan semalam di rumah. Lumayan juga perjalanan ke Bandara Sukarno – Hatta, kira-kira satu jam. Selama dalam bus, ini perut rasanya mulai perih karena baru ke isi secangkir coffe mix yang malah menambah perut perih. Ehm... untuk mengganjal perut aku makan wafer.

Kamis, 17 Juli 2008

Pungkas Tri Baruno (5)

Hari ini 3 orang Tim Ekspedisi Tunas Indonesia tiba di tanah air ( I Gusti Bayu Tresna, Hartman Nugraha dan Zulfa Ahyar), sementara Jenazah Alm. Pungkas Tri Baruno insyaAlloh baru besok siang sampai di tanah air. Allhamdulillah.

rencana Alloh itu Indah

sWeeT MeMorY...... "NostalGia SMA"