INTRODUCE
My name HARIANTO from East Java, Madiun city and Demangan Villages

Selasa, 21 April 2009

Korban Puting Beliung di Jakarta


Jakarta - Hujan deras disertai angin puting beliung melahirkan kekacauan di Ibukota Jakarta. Sejumlah pohon tumbang, atap beterbangan, bahkan kantor-kantor pemerintah di Ring I juga jadi korban.Sejumlah pembaca detikcom lewat fasilitas Info Anda melaporkan kondisi di sekitar mereka terkait fenomena alam menjelang jam pulang kantor ini, Selasa (21/4/2009):

"Angin puting beliung yang cukup dashyat telah menerjang di sepanjang Jalan Letjen Soeprapto. Beberapa benda menjadi korban kerusakan. Arus kendaraan di sepanjang jalan tersebut sempat tersendat. Belum terdeteksi berapa nilai kerugian akibat peristiwa terjangan angin puting beliung tersebut. Namun saat ini cuaca di sepanjang Jalan Letjen Soeprapto sudah pulih normal kembali," tulis Chandra Gultom.

"Pohon tumbang di Jalan Batu Gambir menimpa sebuah kantor dan dua buah mobil tertimpa tembok yang ambruk di lokasi yang sama," ujar Agus."Persis depan kantor polisi Pancoran arah ke Pasar Minggu maupun arah ke Manggarai banjir setinggi lutut orang dewasa ditambah lagi taksi warna kuning mogok sehingga perempatan Pancoran macet total," ujar Mukhson.

"Terjadi badai di Lapangan Banteng. Angin dan hujan kencang sekali sampai menimbulkan kerusakan atap gedung di Departemen Keuangan. Macet total di dr.Wahidin. Pukul 15.58 WIB badai sudah berhenti," ujar Herry."Sebuah pohon tumbang di Jl Wahidin (depan Kantor Departemen Keuangan), lalu lintas dari arah Senen dan dari arah Hotel Borobudur macet," ujar Nuky.

"Beberapa rumah di Jl Tembau 3 Pejaten Timur, Jaksel, gentingnya berterbangan dilanda angin kencang sekitar pukul 15.30 sore ini," ujar Poyin."Cempaka Putih baru digenangi air sekitar 15 cm. Banyak pohon tumbang. Beberapa warga banyak yang genteng rumahnya terbang. Sekarang para warga sedang mencoba membersihkan pohon-pohon yang tumbang," tulis Devitta.(nrl/gah)


Saksi Mata

Aku dan temen-temen sejak awal hujan mulai melihat tanda-tanda angin bertiup tidak seperti biasanya. Belum lama berkomentar tiba-tiba angin bertiup sangat kencang, dari ruangan kita melihat pohon tumbang, atap kantor sebelah berterbangan, seremmm..... was-was..... seisi dalam ruangan temen-temen melafalkan takbir dan istighfar.....

Senin, 20 April 2009

Arti Foto dalam Fesbook


FOTO BARENG PASANGAN (CLOSE UP)
“Dilarang ngajak kenalan, kecuali kalo merasa diri lebih keren dari yang ini.”

FOTO BARENG PASANGAN DI LUAR NEGERI
(berlatar belakang menara Eifel, air terjun Niagara, Pagoda dll)
”Dilarang ngajak kenalan, kecuali kalo merasa diri lebih keren dan lebih mapan dari yang ini.”

FOTO BARENG PASANGAN DAN ANAK DI LUAR NEGERI
”Dilarang ngajak kenalan, kecuali kalo merasa diri lebih keren dan lebih mapan dari yang ini plus mampu ngempanin anak gue”

FOTO SENDIRIAN, DI TEMPAT WISATA DALAM NEGERI
(Borobudur, Taman Mini, Dufan, Pantai Kuta dll)
”Gue mah anaknya irit! Diajak ke Sarangan juga nyengir!”

FOTO BARENG TEMEN
”Paling enggak GUE PUNYA temen yang keren”

FOTO BARENG BINATANG PELIHARAAN
”Paling enggak gue lebih keren dari peliharaan gue…”

FOTO BAYI (ANAKNYA ASLI)
“Pura-pura sayang anak, kalau pasang foto dirinya takut dimarahin suami/bini: “Emang mau nyari yang baru di Fesbuk”

FOTO BAYI (ADIK, KEPONAKAN, ANAK TETANGGA)
Pengen cepet-cepet kawin

FOTO BINATANG PELIHARAANNYA DOANG
”Paling enggak PELIHARAAN gue KEREN kan…”

FOTO BARENG MOBIL
”Paling enggak lo nggak bakalan jalan kaki dah..!”

FOTO JADUL/JAMAN MUDA
”Paling enggak DULU gue sempet rada keren n funky loh.”

FOTO BARENG PASANGAN, POSE MESRA/BERPELUKAN
”Gila, ni orang nempel mulu! Ngga nyadar gue udah bosen!”

FOTO DI DEPAN RUMAH, BUSANA CASUAL
”Majikan gue sering pergi kok… aman!”

FOTO KARTUN/ARTIS/ LOGO
”Dont judge a book by it’s cover…jangan hanya lihat tampang gue!”

FOTO SENDIRIAN, CLOSE-UP
”Gile, gue keren ya? CK.. CK... CK”

FOTO SENDIRIAN, CLOSE-UP, PAKE EFEK BLUR/ENGRAVE
”SEANDAINYA ngga jerawatan/beruntusa n/panuan/ bopengan, gila, gue
keren BANGET ya? ck ck ck!”

Selasa, 14 April 2009

Pengorbanan sebuah kesenangan

Sebagai penggemar tontonan MotoGP tentunya sesibuk atau se-ngantuk apapun diusahain untuk melihat tontonan tersebut. Duel perdana para raider taon ini adalah di sirkuit Losai Qatar, dan tayangan di stasiun trans seven waktu Indonesia mulai pukul 01.00 WIB. Bisa dibayangkan yang tiap hari biasa tidur jam cukup kita harus rela mengurangi waktu tidur hanya demi sebuah kesenangan.

Sayang pengorbanan pada kali ini extra karena yang rencananya duel para raider motoGP pada tanggal 12 April dini hari ternyata butuh pengorbanan tambahan dikarenakan karena hujan di sirkuit Losail Qatar ditunda besok hari.

Kamis, 02 April 2009

Tragedi Situ Gintung Dosa Siapa?



Liputan6.com, Tangerang:
Jumat, 27 Maret 2009. Pagi masih buta. Bencana itu datang serta-merta. Tanggul Situ Gintung, Cireundeu, Tangerang, Banten, bobol. Dua juta meter kubik air di situ warisan Belanda ini tumpah. Deras. Menerjang permukiman warga. Air yang bergemuruh, menghempas, dan menghancurkan rumah-rumah warga merendam areal seluas 10 hektare di bawahnya.

Saat kejadian, kebanyakan warga sedang tertidur lelap. Merekalah yang akhirnya menjadi korban. Seratus orang tewas dan 100 lainnya hilang hingga kini. Tangis dan derai air mata mengalir deras di Situ Gintung.

Menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Pitoyo Subandrio, jebolnya tanggul situ gintung dipicu faktor alam. Saat itu volume air lebih dari 2,1 juta meter kubik melampaui kapasitas maksimal waduk Situ Gintung. Penyebabnya curah hujan yang terus menerus sepanjang hari itu. Alhasil, air meluap dan tumpah dari atas tanggul.

Namun, banyak pihak menuding bencana ini disebabkan kelalaian pemerintah memantau kelaikan tanggul. Bahkan, ahli hidrologi dari BPPT, Sutopo Purwo Nugroho, menemukan adanya kerusakan tanggul sejak Desember 2008.

Situ Gintung adalah danau buatan yang dibangun pemerintah Hindia Belanda sebagai wilayah konservasi air. Manfaatnya, menjaga ketersediaan air, terutama saat musim kemarau bagi warga Tangerang, Banten dan Jakarta. Belakangan, Situ Gintung bahkan jadi salah satu lokasi wisata andalan.

Pascajebolnya tanggul, banyak warga yang trauma. Sebagian dari mereka meminta relokasi atau pemindahan tempat tinggalnya. Apalagi, 70 persen warga ternyata mengantongi sertifikat tanah. Pemerintah berencana menata kembali kawasan di sekitar situ gintung. Termasuk membangun secara permanen kembali tanggul yang jebol.

Bukan hanya penataan kembali Situ Gintung, pemerintah juga harus serius memperhatikan dan menjaga kawasan situ-situ lainnya. Di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi jumlah situ dan danau mencapai 200 buah. Penulusan tim Sigi menemukan banyak dari situ telah beralih fungsi. Mulai menjadi tempat sampah, jalan raya, bahkan menjadi perumahan. Untuk selengkapnya, saksikan video Sigi Sigi 30 Menit edisi 1 April 2009.(BOG/Tim Sigi)

Rabu, 01 April 2009

Pilihan partaiku...

Setelah berfikir matang-matang, insyaAlloh ada 2 pilihan partai yang kupilih. Demokrat masih jadi pilihanku dan satunya lagi adalah PKS.

DEMOKRAT ?????...........

terbukti di bawah kepemimpinan SBY yang asalnya dari Demokrat bangsa ini mulai mendapat perhatian lagi dari dunia. koruptor di negri ini mulai agak "was-was" untuk melakukan aksinya.

PKS ????....

terbukti caleg-calegnya yang duduk di Dewan adalah bersih dan tidak suka disuap, dibanding dengan caleg-caleg lainnya suka korupsi berjamaah.....

Selasa, 17 Maret 2009

Yoghurt Legendaris Asli Bandung


Minuman yang asam-asam segar ini sudah sangat legendaris di kota kembang. Beraneka yoghurt buah-buahan hingga yoghurt dengan rasa yang unik seperti ketan hitam bisa dipesan loh! Kentang dan sosis goreng pun jadi camilan yang enak dikala sore. Mau coba?

Kalau bertandang ke kota kembang, minuman hasil fermentasi susu dengan kultur bakteri ini pastinya tak pernah terlewatkan oleh saya. Selain rasanya yang asam-asam segar, pastinya karena khasiatnya yang memang sudah diakui dapat membantu menjaga kesehatan. Sudah lama saya tidak menikmati kesegarannya.

Kebetulan sekali saat saya mengunjungi seorang sahabat di kawasan Kota Wisata, saya melihat bangunan cantik berwarna peach berkanopi merah dengan aksen Belanda yang kental. Diatasnya bertuliskan 'Yoghurt Cisangkuy Bandung', tanpa pikir panjang lagi saya langsung mampir ke tempat ini.

Awalnya sih saya agak ragu, mungkin saja ini hanya sebuah nama yang kebetulan sama. Sedangkan kualitas yoghurtnya berbeda. Tapi tak ada salahnya untuk mencoba. Saya memilih untuk duduk di teras cafe ini sambil menikmati udara sore yang sejuk.

Seorang pelayan segera menghampiri untuk memberikan daftar menu. Saat saya lihat daftar menunya, semua menu yang di sini sama dengan Yoghurt Cisangkuy yang ada di Bandung tidak ada yang berbeda sedikitpun.

Saya pun lantas memesan yoghurt lechy favorit, yoghurt ketan hitam yang menarik perhatian saya pun tak terelakkan untuk saya pesan. Sedangkan salah seorang teman saya memilih yoghurt coklat. Menikmati segelas yoghurt tak lengkap rasanya kalau tak ada aduannya.

Seporsi roti bakar keju coklat menjadi pilihan saya, teman saya yang ingin mengenang masa lalu dengan memilih kentang dan sosis goreng. Sambil menunggu pesanan saya disajikan, saya asyik menikamti suasana nyaman yang dihadirkan di tempat ini. Bangunannya memang tidak kuno seperti di Bandung, tapi cukup unik. Selain itu penataannya yang cantik bisa bikin pengunjung betah berlama-lama di tempat ini.

Yoghurt yang ditunggu-tunggu pun datang, dihadirkan dalam gelas bening setinggi 15 cm, ini sama dengan cara penyajian yoghurt Cisangkuy tempat asalnya. Saya semakin penasaran dan segera mencicipinya. Hmmm.. benar saja, rasanya persis dengan rasa yoghurt Cisangkuy aslinya.

O ya, yang unik di tempat ini adalah yoghurt yang disajikan terbagi dalam tiga jenis. Juice; buah dan yoghurt dicampur dan dihancurkan bersama, non juice; buah dan yoghurt hanya dicampur tapi tidak dihancurkan, special juice; buah dan yoghurt dicampur dan dihancurkan bersamaan plus diberi potongan buah segar yang menyertainya. Yoghurt Lechy saya pesan yang spesial juice, sedangkan dua jenis yoghurt lainnya non juice.

Rasa yoghurtnya asam-asam segar, dan yang pasti tidak bikin eneg karena ada cincangan buah yang menyertainya. Yoghurt coklatpun cukup lezat, campuran coklat yang bikin rasanya jadi berbeda. Berbeda dengan dua jenis yoghurt tadi, yoghurt ketan hitam jusru sangat unik.

Saya tidak dapat membayangkan bagaimana rasanya, tapi setelah dicoba wow.. rasanya cukup unik! Asam segar dengan semburat manis dari si ketan hitam. Roti bakar coklat keju beriosi setangkup roti yang di bakar tidak terlalu kering dengan menggunakan margarin. Dugaan saya roti ini dibakar dengan menggunakan penggorengan anti lengket, jadi tidak crispy.

Kentang dan sosis goreng di sini idak pernah berubah sejak dulu. Tidak menggunakan kentang siap masak yang banyak dijual di pasar swalayan, tapi menggunakan kentang biasa. Selain itu juga sebagai aduannya tidak menggunakan saus sambal ataupun saus tomat, melainkan saus barbeque.

Yoghurt Cisangkuy ini telah hadir jauh sebelum saya lahir, sekitar tahun 1969. Dari dulu yoghurt Cisangkuy selalu memaki yoghurt tawar putih dengan campuran aneka buah dan rasa. Tidak memakai perasa atau tambahan aroma sehingga rasa yoghurtnya sangat kuat alam.

Bagi warga Jakarta yang ingin melepaskan rindu dengan yoghurt Cisangkuy kini tak perlu jauh-jauh pergi ke Bandung. Karena yoghhurt Cisangkuy telah hadir di Kota Wisata Cibubur, dengan varian rasa dan harga yang sama dengan aslinya.

Segelas Yoghurt Lechy Special Juice deihargai sebesar Rp 10.500,00, yoghurt coklat Rp 9.000,00, dan yoghurt ketan hitam Rp 10.000,00. Untuk roti bakar coklat keju dihargai sebesar Rp 9.500 dan Kentang sosis dibandrol sebesar Rp 17.000,00. Cukup murah bukan? Eka Septia - detikFood

Yoghurt Cisangkuy Bandung
Ruko Paris Blok H, Kota Wisata
Cibubur
Harga Mulai Rp 8.000,00

Rabu, 11 Maret 2009

Purwaceng......

SBY Minta Menterinya Bawa 'Viagra' Purwaceng Anwar Khumaini - detikNews

wikipedia
Karanganyar -


Tak hanya meminta para menterinya cekatan membantu menyelenggarakan pemerintahan, SBY ternyata juga meminta para menterinya cekatan dalam "urusan ranjang". Nggak percaya? Di daerah dataran tinggi di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah yang dingin, SBY meminta menterinya pulang ke Jakarta membawa oleh-oleh ramuan obat kuat.

Wuihh...Obat kuat yang dimaksud adalah ramuan tumbuh-tumbuhan yang oleh masyarakat Tawangmangu disebut dengan nama purwaceng (Pimpinella Fruacan). Purwa dalam bahasa Jawa berarti sudah, sedangkan ceng, merupakan penggalan dari bahasa Jawa, ngaceng, yang artinya ereksi.

"Pak Djoko Kirmanto, bawa ini (purwaceng) buat oleh-oleh ke Jakarta," kata SBY saat meninjau taman obat tradisional di Tawangmangu, Minggu 8 Maret lalu sambil menunjuk tanaman purwaceng.Kontan para pengunjung yang hadir di taman tersebut tertawa lebar, tak terkecuali SBY. Saat mengunjungi taman obat ini, SBY didampingi oleh Ibu Ani Yudhoyono dan beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB), seperti Menkes Siti Fadillah Supari, Menteri PU Djoko Kirmanto, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, serta para pejabat lain. Tak lupa SBY juga meminta kepada Gubernur Jawa Tengah untuk membawa oleh-oleh purwaceng juga.

Purwaceng, adalah sejenis tumbuhan yang termasuk dalam kategori rerumputan. Warnanya hijau bercampur ungu dan hidup menempel di tanah. Daunnya kecil-kecil berbentuk bulat. Dalam satu akar, ratusan helai daun tumbuh subur membentuk gerombolan-gerombol an bulat. Tumbuhan ini bangak tumbuh di hutan, terutama daerah-daerah yang dingin, seperti Dieng dan Tawangmangu. Tak cuma menambah birahi, purwaceng juga bisa menghangatkan tubuh, melemaskan otot-otot yang kaku. Purwaceng ini juga sering disebut dengan istilah viagra tradisional.

Selain meninjau purwaceng, SBY juga meninjau ratusan tanaman obat lain yang tumbuh di lahan yang tidak terlalu luas di kaki Gunung Lawu tersebut. Ada tanaman kumis kucing yang berfungsi menyembuhkan penyakit ginjal, bunga lavender yang bisa mencegah gigitan nyamuk dan sebagainya.

Tak cuma memikat SBY, purwaceng ternyata juga jadi primadona bagi warga Tawangmangu. Tak heran, tanaman yang menempel di tanah itu sering hilang akibat dicuri tangan-tangan jahil. "Tanaman ini sering hilang loh Mas," kata dokter Lily, petugas penjaga tanaman obat tersebut. Bentuknya yang kecil dan akarnya yang serabut memang menjadikan tanaman ini mudah dicuri. Meski sering dicuri orang, Purwaceng tetap di tanam di daerah dingin ini.Tak cuma purwaceng yang membuat birahi lelaki membara.

Ada juga satu tanaman yang juga berfungsi menambah vitalitas kaum Adam. Tidak seperti purwaceng, tanaman yang bernama latin Lunasia ini tidak bakalan hilang dicuri orang. Sebab pohonnya tinggi menjulang hingga 5 meter lebih dengan batang yang besar dan kokoh berakar tunjang. Tapi sayang, tanaman yang satu ini tidak dilirik SBY. SBY cuma melintas begitu saja saat melewati tanaman ini, dan menyapa ratusan warga yang mengintipnya dari luar pagar yang mengelilingi tanaman ini.

Dengan ramah SBY pun menyapa ratusan warga yang didominasi oleh ibu-ibu dan anak-anak tersebut. "Assalamualaikum, " sapa SBY ramah. Salah seorang warga menyeletuk, "Pak SBY, kami mendukungmu. Lanjutkan," kata seorang pria paruh baya menirukan iklan Partai Demokrat yang sering menampilkan kata-kata 'lanjutkan' di TV-TV dan media massa lainnya.

Kamis, 26 Februari 2009

Bahaya Impersonation

Jangan terlalu lengkap memasang profil diri dan foto di Facebook! Jangan terlalu gampang berteman di Facebook! Waduh, seruan tersebut tentunya tidak terlalu populer, atau cenderung diabaikan, bagi para Facebooker sejati. Ya memang, karena dengan bergesernya konsep dan ide sebuah pertemanan, maka tak apalah pada kenyataannya kita hanya punya segelintir teman di dunia nyata sepanjang punya berjibun (ratusan, ribuan) teman di situs jejaring sosial.

Seolah-olah dengan demikian keeksisan Anda adalah seberapa banyak teman yang dimiliki. Padahal dengan semakin banyak teman, yang kadang hanya teman sekedar kenal atau bahkan tak ingat lagi siapa dia atau bertemu dimana, maka semakin rentan terekspos data diri kita ke pihak-pihak di luar kontrol kita.

Walhasil, dengan demikian Anda akan semakin mudah menjadi korban 'impersonation'.

Kasus

Tulisan ini sengaja saya buat dan saya titipkan ke detikINET, karena ada satu kasus yang langsung menimpa salah satu mahasiswi saya di sebuah perguruan tinggi swasta tempat saya mengajar. Si mahasiswi tersebut belum lama berselang mengadukan kisahnya kepada saya bahwa hampir tiap saat dirinya melalui ponsel dihubungi orang yang tidak dikenal, bahkan di tengah malam sekalipun.

Setelah saya gali informasi lebih lanjut, ternyata saya temukan bahwa data dirinya di Facebook, entah oleh siapa, di-copy dan dijadikan sebuah blog di Blogspot.com. Blog tersebut seolah-olah dikelola langsung oleh si mahasiswi tersebut. Inilah yang disebut dengan kasus 'impersonation'

Bahkan si pelaku (impersonator), memindahkan sebagian foto-foto si mahasiswi tadi dari Facebook ke sebuah situs penyimpanan foto gratisan, imageshack.us. Isi blog tersebut, cenderung berupa pencemaran nama baik dan melecehkan martabatnyat sebagai wanita.

Celakanya lagi, di blog tersebut dicantumkan pula nomor ponsel yang sehari-hari digunakan oleh mahasiswi tersebut. Maka, hampir tiap saat dia harus menjelaskan bahwa dirinya bukanlah seperti apa yang tertulis di blog pada setiap penelpon yang masuk.

Penyelesaian

Kasus ini agak rumit, karena tempat si impersonator meletakkan data-data dan foto-fotonya berada di luar ranah Indonesia. Tetapi upaya tetap harus dilakukan. Di blogspot.com atau blogger.com, ada fasilitas untuk melakukan 'flag blog', dengan pilihan 'impersonation'. Kita harus meng-attached hasil scan KTP atau SIM yang dapat membuktikan bahwa kita adalah korban dari pelaku impersonation.

Setelah kita men-submit, maka kita tinggal menunggu keputusan dari pengelola layanan blog tersebut untuk mencabut atau menghapus alamat blog yang menjadi keberatan kita.

Pun setali tiga uang dengan foto-foto yang terlanjur tersimpan di imageshack. Ada fitur untuk melaporkan dan meminta penghapusan foto-foto yang kita anggap materi berhak cipta, mengandung unsur pornografi ataupun kekerasan. Asumsinya, foto yang diambil dari akun Facebook kita tanpa seijin kita, adalah foto yang melanggar hak cipta.

Pencegahan

Agar kasus tersebut tidak terulang kepada siapapun, maka ada baiknya langkah-langkah pencegahan berikut ini bisa dijalankan ketika di dunia Facebook:

Jangan terlalu lengkap memasang profil atau data diri di Facebook. Tentunya semakin lengkap profil/data diri terpasang, semakin mudah mendapatkan teman. Tetapi di sisi lain, semakin beresiko pula data diri kita disalah-gunakan (abused)

Jangan memasang foto-foto diri Anda yang sekiranya Anda sendiri tidak akan merasa nyaman apabila foto tersebut tersebarluaskan secara bebas. Ingatlah, walau foto tersebut "hanya" diposting di akun Facebook Anda, sebenarnya itu sama saja dengan menyebarlukaskan foto tersebut ke publik. Sekali terposting dan tersebar, maka sangat sulit (dan nyaris mustahil) Anda bisa mencabut foto Anda dari Internet. Maka, selektiflah dalam berpose dan memposting foto Anda.

Jangan sembarangan 'add friend' atau melakukan approval atas permintaan seseorang untuk menjadi teman Anda. Cara memilah dan memilihnya mudah, yaitu lihat saja berapa jumlah "mutual friends" antara Anda dengan seseorang tersebut. Semakin sedikit "mutual friends"-nya, berarti semakin sedikit teman-teman Anda yang kenal dengan dirinya, yang berarti semakin beresiko tinggi. Pastikan Anda hanya menerima "pertemanan" yang "mutual friends"-nya cukup banyak.

Jangan sembarangan menerima tag photo. Bolehlah kita "banci tagging", tetapi berupayalah lebih selektif. Artinya, sekali Anda terjun ke Facebook, rajin-rajinlah memeriksa "keadaan sekeliling". Karena kita kadang menemukan foto diri kita yang di-upload dan di-tag oleh orang lain, padahal kita tidak suka foto tersebut disebarluaskan. Segera saja kita "untag" diri kita dari foto tersebut dan kalau perlu minta teman kita yang melakukan upload foto tersebut untuk mencabutnya.

Jangan tunda-tunda, ketika Anda menemukan data atau profil Anda digunakan oleh pihak lain untuk hal-hal di luar kontrol Anda, segeralah bertindak. Membiarkannya, justru akan membuatnya makin berlarut dan berdampak destruktif, setidaknya untuk kenyamanan diri sendiri. Laporkan langsung ke pengelola layanan tempat kejadian 'impersonation', untuk segera mencabut informasi aspal (asli tapi palsu) tersebut. Atau, mintalah bantuan pada orang atau pihak yang sekiranya bisa atau paham bagaimana mengatasi hal di atas.

*) Penulis, Donny B.U., adalah penggiat kampanye "Be Wise While Online" dalam program Internet Sehat - ICT Watch.

Selasa, 17 Februari 2009

Wisudawan Tertua


Rabu (22/09
).Pada wisuda 11 September 2004 ada yang istimewa, karena salah seorang wisudawan berusia paling tua diantara para wisudawan lainnya, telah berhasil menggondol gelar Master Humaniora di bidang Sastra Sejarah. Dia adalah Himawan Soetanto (72). Rektor UI dalam pidatonya secara khusus memberikan apresiasi kepada wisudawan tertua ini. Tidak semua para wisudawan mengetahui siapa sosok Himawan Soetanto, bahkan Rektor UI pun baru tahu hanya beberapa saat sebelum upacara wisuda dimulai. Memang pembawaannya yang sederhana dan pada saat bicara pun tidak menonjolkan dirinya, membuat lawan bicaranya bisa terkecoh.

Himawan Soetanto adalah alumni pertama Akademi Militer Nasional Yogyakarta, seangkatan dengan (alm) Soesilo Soedarman. Karir kemiliterannya dimulai tahun 1948, terjun dan aktif dalam berbagai peristiwa penting ketika Negara Kesatuan Republik Indonesia berusaha melepaskan “rongrongan dari dalam dan dari luar. Terakhir menjabat sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) ABRI, sebelum akhirnya mengemban tugas sebagai Duta Besar RI di Malaysia. Di bidang keorganisasian, Himawan sempat menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Pramuka.

Menurut penuturannya, kegiatan akademik dimulai justru setelah tidak aktif lagi di bidang kemiliterannya. Menyelesaikan studi S1 dari Lembaga Administrasi Negara (LAN). Mengikuti kata hatinya, dia ikut seleksi masuk program Sastra Sejarah.Menurut para dosen Sejarah di FIB, yang pantas menjadi cucunya, Himawan patut menjadi contoh bagi generasi muda. Di tengah suasana para pejabat dan mantan pejabat berlomba-lomba “membeli gelar, justru Himawan bersusah payah rajin mengikuti kuliah setiap hari, dan menulis sendiri tesisnya yang berjudul “Rebut Kembali Madiun".

Ketika ditanya apa motivasinya kuliah di Satra Sejarah, dengan nada perlahan dia mengatakan “ingin mewariskan sesuatu kepada generasi muda".
Tesis yang ditulis Himawan berusaha menunjukkan suatu proses yang paling kritis yang dihadapi RI, ketika Kedaulatan Negara RI menuju jurang kehancuran, dimana Belanda memaksa pemerintahan RI pindah ke Yogyakarta, secara mengejutkan Muso “menusuk" dari dalam dengan mendirikan Negara Komunis di Madiun. Menurut para pembimbingnya, nilai lebih dari tesis Himawan, banyak data-data baru tentang peristiwa pemberontakan PKI Madiun, yang selama ini tidak banyak diketahui orang. Tidak heran, karena Himawan sendiri terlibat aktif menumpas Muso dan kawan-kawannya. by. www.ui.ac.id

Penyerbuan Militer ke Kampus ITB 1978


JAKARTA – PAGI hari 13 Februari 1978, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Iskandar Alisyahbana mendatangi rumah Panglima Kodam Siliwangi di Jl. Wastukencana, Bandung. Ia ingin menuntut penjelasan sekaligus tanggung jawab atas perbuatan pengecut yang diyakininya dilakukan tentara.

Rumahnya, semalam, diberondong tembakan senapan mesin membabi buta. Sejumlah peluru menerabas sampai ke kamar tidur anaknya. ”Hoe kunnen jullie zo laf zijn (mengapa kalian bisa begitu pengecut?)”, katanya begitu bertemu Panglima, Mayjen TNI Himawan Soetanto.

Panglima Siliwangi menyatakan sama sekali tidak tahu dan tidak mengerti motif penembakan tersebut. Kepada Alisyahbana, ia menegaskan, ”Keuntungan apa yang saya dapat? Sebaliknya perbuatan itu malah merugikan dan mencoreng kehormatan saya dan Siliwangi”.

Peristiwa penembakan rumah Rektor ITB di Jl. Sulanjana, Bandung adalah bagian dari tindakan kalap penguasa yang sudah tidak bisa lagi mentolerir gerakan ”inkonstitusional yang merongrong kewibawaan kepemimpinan nasional, yang menjurus penggagalan SU MPR 1978, mengancam kelangsungan pembangunan nasional, kestabilan dan keutuhan bangsa”.

Gerakan mahasiswa sudah bersemi sejak pertengahan 1977, yang diwujudkan dalam demonstrasi, arak-arakan, diskusi, DPR Jalanan, penyebaran pamflet, serta pemasangan poster dan spanduk. Hampir seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta bangkit bersuara. Tapi pusat kegiatannya adalah di Bandung, tepatnya di ITB.
Di kampus ITB, 24–27 Oktober 1977, diselenggarakan pertemuan 68 senat dan dewan mahasiswa se-Indonesia. Mereka mencetuskan Ikrar Mahasiswa Indonesia yang isinya mendesak MPR menggelar sidang istimewa untuk meminta pertanggungjawaban Presiden RI tentang penyelewengan-penyelewengan dalam pelaksanaan UUD 1945 dan Pancasila.

Operasi Kilat

Memasuki Januari 1978, gerakan mahasiswa makin bergelora. Pada 14 Januari, ITB menerbitkan Buku Putih, dan 16 Januari menggelar apel kesiapsiagaan yang diikuti sekitar 3.000 mahasiswa dan dihadiri oleh rektor. Di sini dibacakan sikap mahasiswa ITB yang ”tidak mempercayai dan tidak menginginkan Soeharto kembali sebagai Presiden RI”.
Sehari setelah apel ITB, Kopkamtib (Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban) bertekad menghentikan gerakan mahasiswa dan merancang operasi gerak cepat dan bersifat ”shock treatment”. Pernyataan mahasiswa ITB juga dianggap menantang pernyataan ABRI (ditandatangani Menhankam/Pangab, Wapangab, para kepala staf angkatan dan Kapolri) tepat sebulan sebelumnya yang ”akan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang akan merongrong kewibawaan kepemimpinan nasional”.

Operasi gerak cepat ini dilancarkan 18 Januari dan dinamai ”Operasi Kilat”. Pokok-pokoknya adalah: menangkap semua pimpinan dewan dan senat mahasiswa yang menandatangani ”Ikrar Mahasiswa 28 Oktober 1977”, ”black out” kampus dari media massa dan memberangus untuk sementara koran-koran yang ”mengipasi” (antara lain Sinar Harapan, Kompas, Merdeka).

Kemudian, masuk ke kampus-kampus untuk menindak rapat-rapat dan poster-poster. Menindak tegas Pati ABRI yang memberi angin. Membantu rektor untuk berani menjatuhkan sanksi akademis terhadap mereka yang terlibat gerakan.

Fokus operasi adalah Bandung, khususnya ITB. Ke sana dikerahkan pasukan berkekuatan 2.000 personel, terbagi dalam 12 satuan setingkat kompi. Pada 20 Januari mulai dilakukan penangkapan-penangkapan dan dini hari 1 Februari, tentara masuk menertibkan kampus-kampus.

Operasi Kilat di Jawa Barat menangkap 98 aktivis mahasiswa dari ITB, Unpad, Unpar, IPB, Unisba, IKIP Bandung, dll. Namun kendati pimpinan mahasiswa sudah ditangkap atau buronan (Rizal Ramli dan Al Hilal Hamdi baru ketangkap tiga bulan kemudian), kegiatan perlawanan di Kampus ITB (aksi mogok kuliah dan agitasi radio) terus berlangsung.
Kampus itu malah dijadikan tempat konsentrasi, bukan saja oleh mahasiswa ITB, tapi juga mahasiswa perguruan tinggi lain. Maka pada Kamis, 9 Februari, khusus pada ITB dilancarkan penyerbuan, kali ini dengan cara bengis yang menyebabkan delapan mahasiswa dan pelajar luka-luka. Kampus ITB diduduki tentara.

Setelah pendudukan militer itu, Rektor ITB Iskandar Alisyahbana masih membentuk Dewan Pemulihan yang diketuainya sendiri, padahal Jakarta menghendaki dia diganti, serta Menteri P dan K telah mengirim Dirjen Perguruan Tinggi Prof. Dody Tisnaamijaya, untuk menormalkan ITB. Lagipula, Alisyahbana harus dicegah kehadirannya pada rapat kerja rektor se-Indonesia yang akan dibuka presiden 14 Februari.

Pak Harto jangan sampai bertatap muka dengan sang rektor yang telah membiarkan mahasiswa dan kampusnya menyinggung kehormatannya sebagai kepala negara. Rumah sang rektor diberondong tembakan, itulah salah satu isyarat keras dia harus mundur. Tanggal 16 Februari, Alisyahbana menyerahkan jabatannya kepada rektorium ITB yang diketuai Prof. Soedjana Sapi’ie.

”Strategy of Indirect Approach”

Panglima Siliwangi Mayjen Himawan Soetanto mengatakan bahwa pasukan yang menyerbu ITB 9 Februari itu bukanlah kesatuan organik Kodam Siliwangi. Dan ketika penyerbuan brutal itu terjadi, ia sedang berada di Cirebon. Penembakan rumah rektor—berdasarkan pengakuan—juga oleh oknum dari luar Siliwangi.

Sejak semula Himawan merasa tidak perlu melakukan tindakan militer terhadap gerakan mahasiswa. Dalam pengarahannya kepada jajaran Kodam Siliwangi dan ABRI se-Garnisun Bandung-Cimahi dan juga di depan rapat pimpinan Golkar Jawa Barat serta Angkatan Muda Siliwangi, Panglima menggariskan strategi pendekatan tidak langsung.

Ia adalah penganut ajaran Liddle Hart, strategy of indirect approach. Dalam briefing semenjak Oktober 1977 sampai Januari 1978, berulangkali ia menguraikan siasat tersebut, yakni ”pengikatan” gerakan mahasiswa dalam lingkungannya sendiri agar tidak link-up dengan masyarakat luas.
Pendekatan ke tokoh masyarakat, partai politik, alim-ulama untuk membentuk basis massa yang kebal dari pengaruh agitasi mahasiswa (dan kelompok pressure group lainnya). Terhadap mahasiswa sendiri diadakan pendekatan dan dicegah turun ke jalan.

Kekerasan militer haruslah benar-benar sebagai last resort, karena dikhawatirkan akan merusak kepercayaan pada Siliwangi sebagai tentara rakyatnya Jawa Barat. Dan memulihkannya tidak cukup satu-dua generasi. Tapi sikap Himawan Soetanto itu oleh Jakarta dianggap sebagai keraguan, bahkan insubordinasi.

Maka bertepatan dengan pelaksanaan Operasi Kilat, Kopkamtib menurunkan Panglima Kowilhan II Jawa Letjen Wijoyo Suyono ke Bandung. Namun, Laksus Kopkamtib Wilayah Jawa-Nusa Tenggara itu memilih bermarkas di Batujajar. Belakangan, ia mengatakan menjalankan perintah atasan, tapi percaya Himawan Soetanto tahu apa yang sebaiknya ia perbuat.

Rabu pagi, 20 Februari 2008, para eksponen gerakan mahasiswa ITB 1977-1978 akan memperingati peristiwa 30 tahun lalu itu dengan diskusi dan pameran foto di Gedung Usmar Ismail, Jl. Rasuna Said. Para eks tawanan Operasi Kilat tersebut antara lain Rizal Ramli, Al Hilal Hamdi, Heri Akhmadi, Moh. Iqbal, Indro Tjahyono. n (by.
Daud Sinjal)

rencana Alloh itu Indah

sWeeT MeMorY...... "NostalGia SMA"